Sistem Pembelajaran Bertamu Membawa Nuansa Baru dalam Pembelajaran di MAN Insan Cendekia Paser

By. Admin Humas in Madrasah

Card image cap

Paser, 28 September 2025
- Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Paser di Provinsi Kalimantan Timur telah sukses menerapkan sistem pembelajaran yang unik dan inovatif dengan cara bertamu atau yang dikenal dengan model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray (TST). Model pembelajaran ini memberikan kesempatan bagi siswa-siswa kelas X untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pelajaran Al-Qur'an Hadis.

Dalam model pembelajaran ini, siswa-siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Dua orang dari setiap kelompok ditugaskan untuk "bertamu" ke kelompok lain, sementara siswa yang tinggal di kelompok bertugas untuk mendengarkan dan belajar dari siswa yang bertamu. Materi yang diberikan kepada setiap kelompok berbeda-beda, dan siswa-siswa berdiskusi dengan anggota kelompok mereka untuk membahas materi tersebut.

Pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengungkapkan ide-ide mereka yang telah dipelajari dan sudah ditentukan oleh guru. Dengan pendekatan ini, suasana pembelajaran di MAN Insan Cendekia Paser menjadi lebih dinamis dan interaktif daripada metode konvensional seperti ceramah. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 September 2025 di kelas X5 di MAN Insan Cendekia Paser. Metode pembelajaran ini berhasil menciptakan interaksi dan kerjasama antar siswa yang tinggi. Siswa-siswa diajak untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan melakukan presentasi dengan bahasa dan gaya tutur mereka sendiri. Ini membantu mereka untuk lebih memahami materi pelajaran dengan mendalam.

Sistem pembelajaran dengan cara bertamu juga melatih siswa untuk berkomunikasi dengan baik, berpresentasi di depan orang lain, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan disiplin. Selain itu, proses ini juga mengembangkan keterampilan berbicara dan presentasi siswa, sehingga mereka dapat mengungkapkan ide-ide mereka dengan lebih percaya diri. Sistem pembelajaran dengan cara bertamu seperti ini tidak hanya dapat diterapkan dalam mata pelajaran Al-Qur'an Hadis, tetapi juga dapat diaplikasikan pada semua mata pelajaran dan untuk semua jenjang pendidikan. Model pembelajaran ini sangat sesuai untuk mempelajari materi yang kompleks dan memerlukan diskusi serta analisis yang mendalam.

Keberhasilan penerapan sistem pembelajaran bertamu ini adalah bukti bahwa pendidikan di MAN Insan Cendekia Paser terus berkembang dan mendorong siswa-siswa untuk menjadi pembelajar yang aktif dan kreatif. Diharapkan bahwa model pembelajaran inovatif ini akan terus memberikan manfaat dan menjadi inspirasi bagi madrasah-madrasah lain di seluruh Indonesia. (arb)
Kembali