Paser (Madrasah) — Sebanyak 60 murid putra Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Paser kelas XI tengah mengikuti program Implementasi Pembelajaran Lapangan bertajuk "Cendekia Homestay 2026". Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, terhitung sejak 10 hingga 15 September 2026 ini, mengambil lokasi di Desa Padang Jaya, Kabupaten Paser.
Program ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda kunjungan, melainkan sebuah bentuk perendaman (immersion) di mana para siswa dilebur langsung ke dalam denyut kehidupan masyarakat desa. Selama program berlangsung, ke-60 siswa tersebut menetap dan diangkat menjadi anak asuh oleh 10 keluarga (orang tua angkat) di Desa Padang Jaya.
Selain merasakan kehidupan sehari-hari bersama orang tua angkat, para siswa juga ditugaskan untuk terjun langsung bergotong-royong membantu berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, mulai dari kebersihan lingkungan, kegiatan keagamaan di masjid setempat, hingga membantu aktivitas perekonomian warga.
Kegiatan Cendekia Homestay 2026 ini secara resmi dibuka pada Kamis (10/9) oleh Kepala Desa Padang Jaya, Dzikri Zulkarnain, S.Pd.I.
Acara pembukaan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut turut dihadiri oleh Kepala MAN IC Paser, jajaran dewan guru, Komite Madrasah, serta para orang tua siswa. Kolaborasi dari berbagai elemen ini menjadi fondasi utama agar program memberikan manfaat luas dan berkelanjutan bagi semua pihak.
Apresiasi dan Pesan dari Berbagai Pihak
Kepala Desa Padang Jaya dalam sambutan pembukaannya menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas terpilihnya desa mereka sebagai lokasi Cendekia Homestay tahun ini.
"Kami mewakili seluruh warga Desa Padang Jaya menyambut hangat kehadiran anak-anak kami dari MAN IC Paser. Silakan anggap desa ini sebagai kampung halaman sendiri dan para warga sebagai orang tua sendiri. Kami berharap, kehadiran adik-adik di sini tidak hanya membantu kegiatan sosial desa, tetapi kalian juga bisa belajar banyak tentang nilai-nilai kesederhanaan, kebersamaan, dan gotong royong yang menjadi napas kehidupan masyarakat desa," ujar Kepala Desa Padang Jaya.
Sementara itu, Kepala MAN IC Paser, yang diwakili oleh wakamad Humas Tino Wahyu Hardianto, S.Pd, M.M , menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata dari komitmen madrasah dalam menyeimbangkan kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial para siswa.
"Pendidikan yang utuh tidak hanya terjadi di ruang-ruang kelas atau asrama. Melalui Cendekia Homestay ini, kami ingin anak-anak melihat langsung realitas kehidupan bermasyarakat. Tujuannya adalah untuk mengasah empati, menurunkan ego, dan melatih life skill mereka. Dengan menetap bersama orang tua angkat, mereka akan belajar tentang adab, rasa hormat, dan indahnya menjalin ikatan kekeluargaan yang baru. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan manfaat yang luas, baik bagi siswa maupun masyarakat Padang Jaya," tutur Tino.
Dukungan penuh juga mengalir dari pihak keluarga. Perwakilan Komite Madrasah sekaligus perwakilan orang tua murid yang hadir dalam acara pembukaan tersebut, mengungkapkan rasa percayanya terhadap program unggulan madrasah ini.
"Sebagai orang tua, kami sangat mendukung program pembelajaran lapangan ini. Kami melepas anak-anak kami dengan doa, agar sepulangnya dari Desa Padang Jaya nanti, mereka tidak hanya bertambah cerdas secara akademik, tetapi tumbuh menjadi pemuda yang tangguh, peka terhadap lingkungan sekitar, dan menghargai jerih payah orang lain. Kami titipkan anak-anak kami kepada bapak-ibu orang tua angkat di sini," ungkap perwakilan Komite.
Melalui program Cendekia Homestay 2026 ini, MAN IC Paser berharap dapat terus mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) serta teguh dalam iman dan takwa (Imtak), tetapi juga memiliki kontribusi nyata dan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat.(mrm)
Program ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda kunjungan, melainkan sebuah bentuk perendaman (immersion) di mana para siswa dilebur langsung ke dalam denyut kehidupan masyarakat desa. Selama program berlangsung, ke-60 siswa tersebut menetap dan diangkat menjadi anak asuh oleh 10 keluarga (orang tua angkat) di Desa Padang Jaya.
Selain merasakan kehidupan sehari-hari bersama orang tua angkat, para siswa juga ditugaskan untuk terjun langsung bergotong-royong membantu berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, mulai dari kebersihan lingkungan, kegiatan keagamaan di masjid setempat, hingga membantu aktivitas perekonomian warga.
Kegiatan Cendekia Homestay 2026 ini secara resmi dibuka pada Kamis (10/9) oleh Kepala Desa Padang Jaya, Dzikri Zulkarnain, S.Pd.I.
Acara pembukaan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut turut dihadiri oleh Kepala MAN IC Paser, jajaran dewan guru, Komite Madrasah, serta para orang tua siswa. Kolaborasi dari berbagai elemen ini menjadi fondasi utama agar program memberikan manfaat luas dan berkelanjutan bagi semua pihak.
Apresiasi dan Pesan dari Berbagai Pihak
Kepala Desa Padang Jaya dalam sambutan pembukaannya menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas terpilihnya desa mereka sebagai lokasi Cendekia Homestay tahun ini.
"Kami mewakili seluruh warga Desa Padang Jaya menyambut hangat kehadiran anak-anak kami dari MAN IC Paser. Silakan anggap desa ini sebagai kampung halaman sendiri dan para warga sebagai orang tua sendiri. Kami berharap, kehadiran adik-adik di sini tidak hanya membantu kegiatan sosial desa, tetapi kalian juga bisa belajar banyak tentang nilai-nilai kesederhanaan, kebersamaan, dan gotong royong yang menjadi napas kehidupan masyarakat desa," ujar Kepala Desa Padang Jaya.
Sementara itu, Kepala MAN IC Paser, yang diwakili oleh wakamad Humas Tino Wahyu Hardianto, S.Pd, M.M , menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata dari komitmen madrasah dalam menyeimbangkan kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial para siswa.
"Pendidikan yang utuh tidak hanya terjadi di ruang-ruang kelas atau asrama. Melalui Cendekia Homestay ini, kami ingin anak-anak melihat langsung realitas kehidupan bermasyarakat. Tujuannya adalah untuk mengasah empati, menurunkan ego, dan melatih life skill mereka. Dengan menetap bersama orang tua angkat, mereka akan belajar tentang adab, rasa hormat, dan indahnya menjalin ikatan kekeluargaan yang baru. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan manfaat yang luas, baik bagi siswa maupun masyarakat Padang Jaya," tutur Tino.
Dukungan penuh juga mengalir dari pihak keluarga. Perwakilan Komite Madrasah sekaligus perwakilan orang tua murid yang hadir dalam acara pembukaan tersebut, mengungkapkan rasa percayanya terhadap program unggulan madrasah ini.
"Sebagai orang tua, kami sangat mendukung program pembelajaran lapangan ini. Kami melepas anak-anak kami dengan doa, agar sepulangnya dari Desa Padang Jaya nanti, mereka tidak hanya bertambah cerdas secara akademik, tetapi tumbuh menjadi pemuda yang tangguh, peka terhadap lingkungan sekitar, dan menghargai jerih payah orang lain. Kami titipkan anak-anak kami kepada bapak-ibu orang tua angkat di sini," ungkap perwakilan Komite.
Melalui program Cendekia Homestay 2026 ini, MAN IC Paser berharap dapat terus mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) serta teguh dalam iman dan takwa (Imtak), tetapi juga memiliki kontribusi nyata dan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat.(mrm)