Belajar Sejarah Anti Monoton di MAN Insan Cendekia Paser

By. Admin Humas in Madrasah

Card image cap
Paser (Madrasah) - Guru yang profesional akan selalu memberikan pelayanan pembelajaran yang maksimal bagi peserta didiknya, tujuannya adalah agar peserta didik berkembang sesuai dengan zamannya. Pelayanan pembelajaran yang diberikan seorang guru misalnya variasi pembelajaran di dalam kelas. Guru memiliki tanggung jawab menghidupkan suasana di kelas agar tercipta pembelajaran yang aktif dan tidak monoton. Pembelajaran yang aktif akan memberikan pemahaman yang lebih cepat kepada siswa sehingga penggunaan waktu yang tersedia lebih efektif dan efisien.

Variasi pembelajaran diberikan sesuai dengan kebutuhan materi pembelajaran di kelas dan pelajaran apa yang akan diberikan, misalnya saja pada pelajaran sejarah. Sejarah merupakan pelajaran yang mempelajari sebuah peristiwa dalam tiga dimensi waktu (pembelajaran masa lalu berorientasi ke masa sekarang dan perbaikan untuk masa depan). Peristiwa masa lalu disajikan secara unik melalui model pembelajaran jigsaw. Jigsaw adalah pengembangan kooperatif learning dengan menerapkan sistem kerja kelompok.

Langkah pertama, guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok heterogen (6-7 orang) materi yang akan disampaikan mengenai “ Upaya Bangsa Indonesia mengatasi Ancaman Disintegrasi Bangsa” di kelas XII IPS. Masing-masing kelompok dibagi ke dalam sub tema. Kelompok pertama disebut sebagai kelompok awal yang bertanggung jawab menguasai materi  yang telah dirangkum sebelumnya. Kemudian kelompok awal berpencar untuk membentuk kelompok ahli dan membagikan sub materi pada anggota kelompok yang baru. Setelah  seluruh anggota menyampaikan materi yang dibawakan dari kelompok asal, guru memberikan tugas untuk mencatat poin pentingnya. Pada bagian akhir tidak lupa diberikan penugasan secara individu. Langkah pembelajaran ini telah diterapkan pada Selasa, 26 Juli 2023.

Mahfuzah Hidayati, selaku guru sejarah MAN Insan Cendekia Paser menyampaikan “melalui model pembelajaran jigsaw ini, diharapkan siswa tidak merasa monoton saat belajar sejarah, saya selaku guru sejarah sejatinya harus mampu memberikan pengalaman belajar masa lalu dengan lebih variatif kepada siswa.  Dia juga berharap semoga setiap siswa bisa mengambil ibrah dari setiap peristiwa yang telah dialami oleh bangsa Indonesia di masa lalu”. (mh)
Kembali