Paser (Madrasah) - Sabtu, 11 April 2026 merupakan hari ketiga MAN Insan Cendekia Paser bersinergi bersama Kementerian Agama Kabupaten Paser melaksanakan kegiatan program BRUS 2026 (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) dan Pembinaan Moral Remaja (PMR). Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung terwujudnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2026.
Kegiatan diawali dengan sesi pertama BRUS yang disampaikan oleh Muhammad Syahrul, S.Ag, selaku Plt. Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Paser. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya kematangan remaja usia sekolah sebagai fondasi dalam membangun generasi yang berkualitas dan berdaya saing sebelum memikirkan perkawinan.
Sesi kedua, kegiatan PMR mengusung slogan “Generasi Berkarakter, Kuat dan Mandiri”, kegiatan ini difokuskan pada penguatan nilai moral, spiritual, dan karakter murid di tengah tantangan perkembangan zaman.
Kegiatan ini menghadirkan pemateri Ahmad Effendy, M.Ag yang menyampaikan materi bertema “Remaja Beriman, Berakhlak, dan Terjaga.” Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa remaja masa kini harus memiliki pondasi iman yang kokoh, akhlak yang baik, serta kemampuan menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif.
Adapun materi pembinaan dikemas dalam 6 Pilar PMR, yaitu:
Penguatan Aqidah dan Identitas Diri sebagai dasar pembentukan karakter remaja
Kegiatan diawali dengan sesi pertama BRUS yang disampaikan oleh Muhammad Syahrul, S.Ag, selaku Plt. Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Paser. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya kematangan remaja usia sekolah sebagai fondasi dalam membangun generasi yang berkualitas dan berdaya saing sebelum memikirkan perkawinan.
Sesi kedua, kegiatan PMR mengusung slogan “Generasi Berkarakter, Kuat dan Mandiri”, kegiatan ini difokuskan pada penguatan nilai moral, spiritual, dan karakter murid di tengah tantangan perkembangan zaman.
Kegiatan ini menghadirkan pemateri Ahmad Effendy, M.Ag yang menyampaikan materi bertema “Remaja Beriman, Berakhlak, dan Terjaga.” Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa remaja masa kini harus memiliki pondasi iman yang kokoh, akhlak yang baik, serta kemampuan menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif.
Adapun materi pembinaan dikemas dalam 6 Pilar PMR, yaitu:
Penguatan Aqidah dan Identitas Diri sebagai dasar pembentukan karakter remaja
- Edukasi Seksualitas dalam Islam untuk memberikan pemahaman yang benar sesuai nilai-nilai agama
- Literasi Digital dan Bahaya Konten Negatif guna meningkatkan kesadaran dalam penggunaan teknologi secara bijak
- Pendidikan Akhlak dan Pergaulan Sehat dalam kehidupan sehari-hari
- Manajemen Diri dan Kontrol Nafsu sebagai upaya menjaga diri dari perilaku menyimpang
- Kegiatan Positif dan Pengembangan Diri untuk mengarahkan potensi remaja ke arah yang produktif
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi, refleksi, dan tanya jawab tak lupa juga diselingi sesi coffe break. harapannya kegiatan BRUS dan PMR ini dapat sangat mendorong murid untuk lebih memahami serta menginternalisasi nilai-nilai yang disampaikan.
Salah satu guru Bimbingan dan Konseling (BK), Siska Sari Yulianti selaku pendamping kegiatan menyampaikan bahwa PMR merupakan bagian penting dalam pembinaan karakter murid. “Sebagai guru BK, kami melihat kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan remaja saat ini. Materi yang diberikan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menjadi bekal dalam mengelola diri, menjaga pergaulan, serta menghadapi tantangan di era digital. Harapannya, murid mampu tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak, dan memiliki kontrol diri yang baik,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, MAN Insan Cendekia Paser berharap murid mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, serta mampu menjaga diri dalam menghadapi tantangan global.
Pembinaan Moral Remaja ini menjadi bagian penting dalam upaya mencetak generasi masa depan yang siap berkontribusi bagi bangsa, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2026. (nan)
Salah satu guru Bimbingan dan Konseling (BK), Siska Sari Yulianti selaku pendamping kegiatan menyampaikan bahwa PMR merupakan bagian penting dalam pembinaan karakter murid. “Sebagai guru BK, kami melihat kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan remaja saat ini. Materi yang diberikan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menjadi bekal dalam mengelola diri, menjaga pergaulan, serta menghadapi tantangan di era digital. Harapannya, murid mampu tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak, dan memiliki kontrol diri yang baik,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, MAN Insan Cendekia Paser berharap murid mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, serta mampu menjaga diri dalam menghadapi tantangan global.
Pembinaan Moral Remaja ini menjadi bagian penting dalam upaya mencetak generasi masa depan yang siap berkontribusi bagi bangsa, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2026. (nan)