Paser (Madrasah) - Kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) 2026 yang digelar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Paser melalui Bimas Islam bersama MAN IC Paser, tidak hanya berfokus pada pembinaan umum, tetapi juga memberikan pemahaman mendalam mengenai fase perkembangan remaja dan risiko pergaulan bebas.
Dalam sesi materi, yang digelar pada 9 April 2026, narasumber Zainal Arifin, S.H., menyampaikan pentingnya mengenali karakteristik masa remaja sebagai tahap krusial dalam kehidupan.
Ia menjelaskan bahwa fase remaja ditandai dengan perubahan biologis, seperti baligh, pertumbuhan fisik, serta mulai aktifnya organ reproduksi. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat remaja berada pada fase yang rentan secara emosional.
“Pada masa ini, emosi cenderung belum stabil. Ini adalah fase yang sangat menentukan karena menjadi jembatan dalam mewujudkan cita-cita,” ujarnya di hadapan peserta yang merupakan murid MAN IC Paser.
Zainal juga menegaskan bahwa fenomena seks bebas tidak lagi terbatas di wilayah perkotaan, tetapi telah menjangkau berbagai daerah, termasuk wilayah pelosok.
“Saat ini pengaruh media sangat besar, sehingga perilaku tersebut bisa terjadi di mana saja,” katanya.
Ia memaparkan adanya rantai risiko yang perlu dipahami remaja, dimulai dari pergaulan bebas yang berpotensi mengarah pada seks bebas, kehamilan di luar nikah, hingga berujung pada pernikahan usia dini.
Selain faktor pergaulan, ia juga menyebut kondisi ekonomi serta maraknya kampanye menikah muda di media sosial sebagai faktor lain yang turut mendorong terjadinya pernikahan dini.
Menurutnya, tanpa pemahaman yang matang, remaja cenderung mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang.
Sebagai penutup, ia menyampaikan pesan kepada para peserta untuk lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan remaja.
“Jagalah kehidupan sebaik mungkin,” pesannya.
Selain itu, kepala MAN IC Paser, Dr. H. Muhammad Nur, S.Pd., M.Pd berpesan "Teko itu tergantung apa yang kita isi, jika diisi air bersih, maka keluar air bersih. Begitupun diri kita, teruslah kuatkan perspektif dan berpikir positif" tegasnya.
Melalui penyampaian materi ini, kegiatan BRUS 2026 diharapkan mampu membentuk kesadaran remaja terhadap fase yang sedang mereka jalani, sekaligus mendorong pola pikir yang lebih matang dalam menyikapi pergaulan dan merencanakan masa depan.(FHM)
Dalam sesi materi, yang digelar pada 9 April 2026, narasumber Zainal Arifin, S.H., menyampaikan pentingnya mengenali karakteristik masa remaja sebagai tahap krusial dalam kehidupan.
Ia menjelaskan bahwa fase remaja ditandai dengan perubahan biologis, seperti baligh, pertumbuhan fisik, serta mulai aktifnya organ reproduksi. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat remaja berada pada fase yang rentan secara emosional.
“Pada masa ini, emosi cenderung belum stabil. Ini adalah fase yang sangat menentukan karena menjadi jembatan dalam mewujudkan cita-cita,” ujarnya di hadapan peserta yang merupakan murid MAN IC Paser.
Zainal juga menegaskan bahwa fenomena seks bebas tidak lagi terbatas di wilayah perkotaan, tetapi telah menjangkau berbagai daerah, termasuk wilayah pelosok.
“Saat ini pengaruh media sangat besar, sehingga perilaku tersebut bisa terjadi di mana saja,” katanya.
Ia memaparkan adanya rantai risiko yang perlu dipahami remaja, dimulai dari pergaulan bebas yang berpotensi mengarah pada seks bebas, kehamilan di luar nikah, hingga berujung pada pernikahan usia dini.
Selain faktor pergaulan, ia juga menyebut kondisi ekonomi serta maraknya kampanye menikah muda di media sosial sebagai faktor lain yang turut mendorong terjadinya pernikahan dini.
Menurutnya, tanpa pemahaman yang matang, remaja cenderung mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang.
Sebagai penutup, ia menyampaikan pesan kepada para peserta untuk lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan remaja.
“Jagalah kehidupan sebaik mungkin,” pesannya.
Selain itu, kepala MAN IC Paser, Dr. H. Muhammad Nur, S.Pd., M.Pd berpesan "Teko itu tergantung apa yang kita isi, jika diisi air bersih, maka keluar air bersih. Begitupun diri kita, teruslah kuatkan perspektif dan berpikir positif" tegasnya.
Melalui penyampaian materi ini, kegiatan BRUS 2026 diharapkan mampu membentuk kesadaran remaja terhadap fase yang sedang mereka jalani, sekaligus mendorong pola pikir yang lebih matang dalam menyikapi pergaulan dan merencanakan masa depan.(FHM)