Paser (Madrasah)- MAN Insan Cendekia (IC) Paser kembali menunjukkan eksistensinya sebagai madrasah unggulan nasional dengan menyambut 120 murid baru pada Tahun Ajaran 2026/2027. Para murid ini berasal dari 57 sekolah/madrasah yang tersebar di 8 provinsi di Indonesia, mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di MAN IC Paser (02/04/2026).
Sebaran asal murid mencakup berbagai wilayah, mulai dari Kalimantan Timur (Paser, Balikpapan, Bontang, Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur), Kalimantan Selatan (Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tanah Laut, Kotabaru, dan Tabalong), Kalimantan Tengah (Barito Timur), hingga luar Kalimantan seperti DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan (Makassar). Keberagaman ini mencerminkan daya tarik MAN IC Paser sebagai lembaga pendidikan berbasis keunggulan akademik dan karakter.
Kepala MAN IC Paser, Muhammad Nur, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari proses seleksi nasional yang ketat dan objektif.
“Kepercayaan masyarakat menjadi amanah bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan. Kami berkomitmen membina siswa agar unggul dalam akademik, kuat dalam karakter, dan siap bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Panitia Seleksi Nasional Masuk Baru (SNMB) MAN IC Paser, Tino Wahyu Herdianto menegaskan bahwa seluruh data dan capaian tersebut valid serta melalui proses seleksi yang transparan.
“Benar, sebanyak 120 murid yang diterima merupakan hasil seleksi nasional yang sangat kompetitif. Mereka berasal dari 57 sekolah/madrasah di 8 provinsi. Proses seleksi dilakukan secara objektif berbasis sistem, sehingga menjaring peserta didik terbaik dari seluruh Indonesia,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa peningkatan jumlah pendaftar setiap tahun menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap MAN Insan Cendekia. Oleh karena itu, panitia memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan akuntabel dan profesional.
Dengan sistem pendidikan berbasis asrama (boarding school), integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman, serta lingkungan belajar yang kondusif, MAN IC Paser terus berkomitmen mencetak generasi unggul yang berilmu, berakhlak mulia, dan berdaya saing tinggi.
Kehadiran 120 murid baru ini diharapkan menjadi energi baru dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan inspiratif. Dengan latar belakang yang beragam, para murid diharapkan mampu beradaptasi dengan cepat, mengukir prestasi, serta membawa nama baik madrasah di tingkat nasional maupun internasional. (Myh)
Sebaran asal murid mencakup berbagai wilayah, mulai dari Kalimantan Timur (Paser, Balikpapan, Bontang, Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur), Kalimantan Selatan (Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tanah Laut, Kotabaru, dan Tabalong), Kalimantan Tengah (Barito Timur), hingga luar Kalimantan seperti DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan (Makassar). Keberagaman ini mencerminkan daya tarik MAN IC Paser sebagai lembaga pendidikan berbasis keunggulan akademik dan karakter.
Kepala MAN IC Paser, Muhammad Nur, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari proses seleksi nasional yang ketat dan objektif.
“Kepercayaan masyarakat menjadi amanah bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan. Kami berkomitmen membina siswa agar unggul dalam akademik, kuat dalam karakter, dan siap bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Panitia Seleksi Nasional Masuk Baru (SNMB) MAN IC Paser, Tino Wahyu Herdianto menegaskan bahwa seluruh data dan capaian tersebut valid serta melalui proses seleksi yang transparan.
“Benar, sebanyak 120 murid yang diterima merupakan hasil seleksi nasional yang sangat kompetitif. Mereka berasal dari 57 sekolah/madrasah di 8 provinsi. Proses seleksi dilakukan secara objektif berbasis sistem, sehingga menjaring peserta didik terbaik dari seluruh Indonesia,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa peningkatan jumlah pendaftar setiap tahun menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap MAN Insan Cendekia. Oleh karena itu, panitia memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan akuntabel dan profesional.
Dengan sistem pendidikan berbasis asrama (boarding school), integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman, serta lingkungan belajar yang kondusif, MAN IC Paser terus berkomitmen mencetak generasi unggul yang berilmu, berakhlak mulia, dan berdaya saing tinggi.
Kehadiran 120 murid baru ini diharapkan menjadi energi baru dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan inspiratif. Dengan latar belakang yang beragam, para murid diharapkan mampu beradaptasi dengan cepat, mengukir prestasi, serta membawa nama baik madrasah di tingkat nasional maupun internasional. (Myh)