Paser (Madrasah) - MAN Insan Cendekia Paser dalam upaya mengembangkan kreativitas sekaligus meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris murid, MAN Insan Cendekia Paser menggelar kegiatan bertajuk Project The English Vlog-Preneur Challenge (ICFD) pada Minggu (12/4). Kegiatan ini diikuti oleh murid kelas X dan XI di bawah bimbingan guru Bahasa Inggris, Nor Annisa, S.Pd.
Program ini menggabungkan pembelajaran bahasa Inggris dengan keterampilan kewirausahaan melalui media vlog yang inovatif. Murid tidak hanya dituntut untuk memahami materi, tetapi juga mengaplikasikannya dalam konteks nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, khususnya di era digital.
Untuk kelas X, kegiatan difokuskan pada materi procedure text. Mereka berperan sebagai pelaku usaha kecil dengan praktik langsung berjualan produk. Selain itu, mereka juga mensimulasikan proses pelayanan pembelian menggunakan metode cashless. Seluruh proses tersebut kemudian didokumentasikan dalam bentuk vlog berbahasa Inggris yang menjelaskan langkah-langkah penjualan secara sistematis dan komunikatif.
Sementara itu, murid kelas XI mengerjakan proyek berbasis materi digital services. Dalam kegiatan ini, mereka melakukan simulasi pembelian menggunakan sistem pembayaran cashless, kemudian membuat vlog berbahasa Inggris yang menggambarkan proses transaksi digital tersebut secara jelas dan menarik.
Menurut Nor Annisa, S.Pd. dan Zakkiya Kholida, S.S, selaku Guru Bahasa Inggris, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. “Melalui proyek ini, murid tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung. Mereka belajar berkomunikasi dalam bahasa Inggris sekaligus memahami konsep kewirausahaan dan layanan digital yang sedang berkembang,” ujarnya.
Antusiasme murid terlihat dari kreativitas mereka dalam menyusun konsep vlog, mulai dari ide produk, alur cerita, hingga cara penyampaian dalam bahasa Inggris yang menarik. Kegiatan ini juga melatih kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan digital murid.
Dengan adanya English Vlog-Preneur Challenge, diharapkan murid MAN Insan Cendekia Paser mampu menjadi generasi yang tidak hanya cakap berbahasa Inggris, tetapi juga kreatif, adaptif, dan memiliki jiwa kewirausahaan di tengah perkembangan teknologi yang pesat. (Ind)
Program ini menggabungkan pembelajaran bahasa Inggris dengan keterampilan kewirausahaan melalui media vlog yang inovatif. Murid tidak hanya dituntut untuk memahami materi, tetapi juga mengaplikasikannya dalam konteks nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, khususnya di era digital.
Untuk kelas X, kegiatan difokuskan pada materi procedure text. Mereka berperan sebagai pelaku usaha kecil dengan praktik langsung berjualan produk. Selain itu, mereka juga mensimulasikan proses pelayanan pembelian menggunakan metode cashless. Seluruh proses tersebut kemudian didokumentasikan dalam bentuk vlog berbahasa Inggris yang menjelaskan langkah-langkah penjualan secara sistematis dan komunikatif.
Sementara itu, murid kelas XI mengerjakan proyek berbasis materi digital services. Dalam kegiatan ini, mereka melakukan simulasi pembelian menggunakan sistem pembayaran cashless, kemudian membuat vlog berbahasa Inggris yang menggambarkan proses transaksi digital tersebut secara jelas dan menarik.
Menurut Nor Annisa, S.Pd. dan Zakkiya Kholida, S.S, selaku Guru Bahasa Inggris, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. “Melalui proyek ini, murid tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung. Mereka belajar berkomunikasi dalam bahasa Inggris sekaligus memahami konsep kewirausahaan dan layanan digital yang sedang berkembang,” ujarnya.
Antusiasme murid terlihat dari kreativitas mereka dalam menyusun konsep vlog, mulai dari ide produk, alur cerita, hingga cara penyampaian dalam bahasa Inggris yang menarik. Kegiatan ini juga melatih kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan digital murid.
Dengan adanya English Vlog-Preneur Challenge, diharapkan murid MAN Insan Cendekia Paser mampu menjadi generasi yang tidak hanya cakap berbahasa Inggris, tetapi juga kreatif, adaptif, dan memiliki jiwa kewirausahaan di tengah perkembangan teknologi yang pesat. (Ind)