Paser (Madrasah) - MAN Insan Cendekia Paser melaksanakan Program Tahunan Karantina Tahfidz selama satu bulan penuh pada bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini berlangsung 16 Februari sampai 13 Maret 2026, diikuti oleh seluruh murid kelas X dan XI MAN Insan Cendekia Paser dan ada juga peserta dari SMP/MTs lainnya turut serta dalam program ini.
Program Karantina Tahfidz menjadi salah satu agenda utama madrasah dalam mengisi Ramadhan dengan kegiatan bernilai ibadah dan pembinaan karakter. Selama program berlangsung, seluruh peserta dibimbing secara intensif oleh para ustadz dan ustadzah.
Berbeda dari hari sekolah reguler, selama program berlangsung tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM) formal. Madrasah memfokuskan seluruh waktu murid untuk kegiatan keagamaan dan pembinaan hafalan untuk kelas X dan XI. Program berjalan penuh dari bangun tidur hingga kembali beristirahat pada malam hari.
Kegiatan harian diawali dengan qiyamul lail dan sahur bersama, dilanjutkan setoran hafalan, murojaah, kajian keislaman, serta shalat berjamaah. Pada siang hari, murid tetap melanjutkan target hafalan dengan pendampingan ustadz dan ustadzah. Setelah berbuka puasa dan shalat tarawih, kegiatan ditutup dengan evaluasi hafalan serta penguatan motivasi ruhiyah.
Kepala madrasah, Muhammad Nur menyampaikan bahwa program ini bertujuan membentuk generasi Qurani yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam spiritualitas dan akhlak. “Kami ingin Ramadhan menjadi momentum pembinaan karakter dan peningkatan kualitas hafalan Al-Qur’an bagi ananda,” ujarnya.
Para murid menyambut program ini dengan antusias. Selain meningkatkan hafalan, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antarmurid serta menumbuhkan disiplin dan tanggung jawab.
Program Karantina Tahfidz Ramadhan ini diharapkan melahirkan lulusan yang berprestasi, berakhlak mulia, dan memiliki kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an. (Mif)
Program Karantina Tahfidz menjadi salah satu agenda utama madrasah dalam mengisi Ramadhan dengan kegiatan bernilai ibadah dan pembinaan karakter. Selama program berlangsung, seluruh peserta dibimbing secara intensif oleh para ustadz dan ustadzah.
Berbeda dari hari sekolah reguler, selama program berlangsung tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM) formal. Madrasah memfokuskan seluruh waktu murid untuk kegiatan keagamaan dan pembinaan hafalan untuk kelas X dan XI. Program berjalan penuh dari bangun tidur hingga kembali beristirahat pada malam hari.
Kegiatan harian diawali dengan qiyamul lail dan sahur bersama, dilanjutkan setoran hafalan, murojaah, kajian keislaman, serta shalat berjamaah. Pada siang hari, murid tetap melanjutkan target hafalan dengan pendampingan ustadz dan ustadzah. Setelah berbuka puasa dan shalat tarawih, kegiatan ditutup dengan evaluasi hafalan serta penguatan motivasi ruhiyah.
Kepala madrasah, Muhammad Nur menyampaikan bahwa program ini bertujuan membentuk generasi Qurani yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam spiritualitas dan akhlak. “Kami ingin Ramadhan menjadi momentum pembinaan karakter dan peningkatan kualitas hafalan Al-Qur’an bagi ananda,” ujarnya.
Para murid menyambut program ini dengan antusias. Selain meningkatkan hafalan, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antarmurid serta menumbuhkan disiplin dan tanggung jawab.
Program Karantina Tahfidz Ramadhan ini diharapkan melahirkan lulusan yang berprestasi, berakhlak mulia, dan memiliki kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an. (Mif)