Paser (Madrasah) - Jum’at, 10 April 2026, Suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan terasa di Lapangan RKB MAN IC Paser dalam pelaksanaan agenda rutin sholawat pagi yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini diawali dengan lantunan sholawat yang menggema, menciptakan suasana religius yang menyejukkan hati. Para peserta tampak khidmat mengikuti rangkaian acara, menjadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat keimanan serta mempererat ukhuwah di lingkungan madrasah.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Madrasah, Muhammad Nur, memberikan penyampaian motivasi yang relevan dengan suasana bulan Syawal. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh siswa untuk tidak menjadikan berakhirnya Ramadan sebagai akhir dari semangat ibadah.
Beliau menegaskan bahwa bulan Syawal merupakan kelanjutan dari pembinaan diri yang telah dilatih selama Ramadan. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah puasa sunah enam hari di bulan Syawal, yang memiliki keutamaan besar sebagai penyempurna pahala puasa Ramadan.
“Jangan sampai semangat ibadah kita menurun setelah Ramadan. Justru di bulan Syawal inilah kita diuji untuk tetap istiqamah, salah satunya melalui puasa sunah Syawal,” ungkap beliau dengan penuh semangat.
Selain aspek spiritual, dalam arahannya juga disampaikan informasi penting terkait kondisi nasional saat ini, khususnya mengenai adanya kebijakan efisiensi di berbagai sektor. Meski demikian, pihak madrasah menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan mengurangi kualitas layanan pendidikan di MAN IC Paser.
Madrasah tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada murid, menjaga kenyamanan lingkungan belajar, serta terus mendorong peningkatan prestasi akademik maupun non-akademik. Upaya inovasi dan optimalisasi sumber daya akan terus dilakukan agar mutu pendidikan tetap terjaga.
Kegiatan sholawat pagi ini juga menjadi wadah refleksi bersama bagi seluruh warga madrasah untuk memperkuat karakter religius, disiplin, dan semangat kebersamaan. Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu menjadi bekal bagi murid dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh civitas akademika dapat terus menjaga keseimbangan antara prestasi dan spiritualitas, serta mampu menjadi generasi yang unggul, berakhlak mulia, dan berdaya saing tinggi di tengah dinamika zaman. (TWH)
Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini diawali dengan lantunan sholawat yang menggema, menciptakan suasana religius yang menyejukkan hati. Para peserta tampak khidmat mengikuti rangkaian acara, menjadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat keimanan serta mempererat ukhuwah di lingkungan madrasah.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Madrasah, Muhammad Nur, memberikan penyampaian motivasi yang relevan dengan suasana bulan Syawal. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh siswa untuk tidak menjadikan berakhirnya Ramadan sebagai akhir dari semangat ibadah.
Beliau menegaskan bahwa bulan Syawal merupakan kelanjutan dari pembinaan diri yang telah dilatih selama Ramadan. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah puasa sunah enam hari di bulan Syawal, yang memiliki keutamaan besar sebagai penyempurna pahala puasa Ramadan.
“Jangan sampai semangat ibadah kita menurun setelah Ramadan. Justru di bulan Syawal inilah kita diuji untuk tetap istiqamah, salah satunya melalui puasa sunah Syawal,” ungkap beliau dengan penuh semangat.
Selain aspek spiritual, dalam arahannya juga disampaikan informasi penting terkait kondisi nasional saat ini, khususnya mengenai adanya kebijakan efisiensi di berbagai sektor. Meski demikian, pihak madrasah menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan mengurangi kualitas layanan pendidikan di MAN IC Paser.
Madrasah tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada murid, menjaga kenyamanan lingkungan belajar, serta terus mendorong peningkatan prestasi akademik maupun non-akademik. Upaya inovasi dan optimalisasi sumber daya akan terus dilakukan agar mutu pendidikan tetap terjaga.
Kegiatan sholawat pagi ini juga menjadi wadah refleksi bersama bagi seluruh warga madrasah untuk memperkuat karakter religius, disiplin, dan semangat kebersamaan. Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu menjadi bekal bagi murid dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh civitas akademika dapat terus menjaga keseimbangan antara prestasi dan spiritualitas, serta mampu menjadi generasi yang unggul, berakhlak mulia, dan berdaya saing tinggi di tengah dinamika zaman. (TWH)