Paser (Madrasah) - Upaya mematangkan kesiapan remaja usia sekolah menjadi fokus dalam kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Paser melalui Bimas Islam bersama MAN IC Paser. Kegiatan diagendakan berlangsung pada 9–11 April 2026 di Gedung Awa Bapekat MAN IC Paser.
Kegiatan ini diikuti oleh murid MAN IC Paser dan diarahkan untuk membentuk kesiapan mental, sosial, serta perencanaan masa depan sebelum memasuki jenjang lebih lanjut.
Kasi Bimas Islam Kabupaten Paser, Muhammad Syahrul, S.Ag., menyampaikan bahwa penguatan kematangan remaja menjadi langkah penting di tengah meningkatnya fenomena sosial seperti pernikahan usia dini.
“Persentase pernikahan usia dini pada 2023 berada di angka 12 persen, dan pada 2025 meningkat menjadi 52,53 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan BRUS bertujuan meningkatkan kedewasaan dalam pernikahan sekaligus mendorong murid untuk memprioritaskan pendidikan sebelum mengambil keputusan berkeluarga.
“Narasumber yang dihadirkan memiliki sertifikasi di bidangnya, sehingga materi yang disampaikan lebih terarah,” katanya.
Selain itu, ia juga menyampaikan data Dinas Kesehatan yang mencatat angka penderita HIV di Kabupaten Paser mencapai 5 persen, tertinggi di Kalimantan Timur.
“Remaja perlu memiliki kesadaran untuk menjaga diri dan berhati-hati dalam pergaulan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MAN IC Paser, Dr. H. Muhammad Nur, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa remaja saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibanding generasi sebelumnya.
“Tantangan usia 12 sampai 18 tahun sekarang tidak sama dengan masa kami dahulu. Apalagi semua bermedsos, rentan untuk terpapar hal-hal negatif. Karena itu, kegiatan ini harus diikuti dengan sungguh-sungguh,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua madrasah memperoleh kesempatan mengikuti program ini, sehingga peserta diharapkan dapat memanfaatkannya secara optimal.
Menurutnya, sebagai lembaga pendidikan pilihan, MAN IC Paser harus mampu membentuk murid dengan perspektif positif dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.
“Kita harus menjadi pribadi yang lebih positif dalam menyikapi berbagai dinamika,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan memerlukan sinergi berbagai pihak.
“Ini adalah kerja sama strategis dalam rangka mewujudkan generasi emas,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan murid memiliki kesiapan yang lebih matang dalam merencanakan masa depan, baik dalam aspek pendidikan maupun kehidupan berkeluarga. (FHM)
Kegiatan ini diikuti oleh murid MAN IC Paser dan diarahkan untuk membentuk kesiapan mental, sosial, serta perencanaan masa depan sebelum memasuki jenjang lebih lanjut.
Kasi Bimas Islam Kabupaten Paser, Muhammad Syahrul, S.Ag., menyampaikan bahwa penguatan kematangan remaja menjadi langkah penting di tengah meningkatnya fenomena sosial seperti pernikahan usia dini.
“Persentase pernikahan usia dini pada 2023 berada di angka 12 persen, dan pada 2025 meningkat menjadi 52,53 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan BRUS bertujuan meningkatkan kedewasaan dalam pernikahan sekaligus mendorong murid untuk memprioritaskan pendidikan sebelum mengambil keputusan berkeluarga.
“Narasumber yang dihadirkan memiliki sertifikasi di bidangnya, sehingga materi yang disampaikan lebih terarah,” katanya.
Selain itu, ia juga menyampaikan data Dinas Kesehatan yang mencatat angka penderita HIV di Kabupaten Paser mencapai 5 persen, tertinggi di Kalimantan Timur.
“Remaja perlu memiliki kesadaran untuk menjaga diri dan berhati-hati dalam pergaulan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MAN IC Paser, Dr. H. Muhammad Nur, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa remaja saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibanding generasi sebelumnya.
“Tantangan usia 12 sampai 18 tahun sekarang tidak sama dengan masa kami dahulu. Apalagi semua bermedsos, rentan untuk terpapar hal-hal negatif. Karena itu, kegiatan ini harus diikuti dengan sungguh-sungguh,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua madrasah memperoleh kesempatan mengikuti program ini, sehingga peserta diharapkan dapat memanfaatkannya secara optimal.
Menurutnya, sebagai lembaga pendidikan pilihan, MAN IC Paser harus mampu membentuk murid dengan perspektif positif dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.
“Kita harus menjadi pribadi yang lebih positif dalam menyikapi berbagai dinamika,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan memerlukan sinergi berbagai pihak.
“Ini adalah kerja sama strategis dalam rangka mewujudkan generasi emas,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan murid memiliki kesiapan yang lebih matang dalam merencanakan masa depan, baik dalam aspek pendidikan maupun kehidupan berkeluarga. (FHM)