ACAK KATA : INOVASI KBM Mata Pelajaran PPKn MAN IC Paser

By. Admin Humas in Madrasah

Card image cap
Paser (Madrasah) - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Paser, sebuah lembaga pendidikan yang selalu berkomitmen dan terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bagi peserta didiknya. Inovasi tersebut salah satunya terletak dalam proses pembelajaran di kelas dengan menggunakan model pembelajaran yang menyenangkan. Pembelajaran di kelas tidak hanya difokuskan untuk mempersiapkan kompetensi pengetahuan saja, akan tetapi juga proses bernalar dalam menyelesaikan masalah dari peserta didiknya.

Salah satu sarana yang digunakan yaitu dengan model pembelajaran “acak kata” dengan menggabungkannya bersama permainan merobohkan gelas plastik menggunakan bola pingpong. Materi yang digunakan adalah hak dan kewajiban warga negara di kelas XII semester ganjil. Pelaksanaannya yaitu pada tanggal 7-11 Oktober 2024. Kegiatan pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada peserta didik MAN Insan Cendekia Paser untuk melatih kemampuan berpikirnya dalam menyelesaikan masalah dengan pemberian kata secara acak serta melatih ketangkasan dan ketepatan untuk menjatuhkan gelas.

Langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran ini yaitu: (1) membagi kelas menjadi 4 kelompok; (2) menentukan 1 anggota kelompok sebagai penjaga (tugasnya menata gelas dan mengembalikan bola setelah dilempar); (3) gelas ditata seperti piramid untuk kemudian dirobohkan menggunakan bola pingpong dari jarak yang telah ditentukan; (4) setiap kelompok yang bisa merobohkan gelas (berapapun) berhak meminta 1 soal acak kata kepada guru, untuk kemudian dikerjakan bersama-sama; (5) setelah bisa menjawab, soal dikumpulkan kembali ke guru untuk dicek kebenaran jawabannya, baru boleh melempar kembali (secara bergantian); (6) begitu seterusnya sampai semua gelas roboh dan ditata ulang kembali, sampai seluruh soal selesai dijawab; (7) kelompok yang menyelesaikan soal tercepat, merekalah pemenangnya.

“Inovasi ini dirancang agar peserta didik tidak hanya belajar memahami konsep hak dan kewajiban sebagai warga negara, tetapi juga melatih kemampuan kerja sama tim dan ketangkasan,” ungkap I Komang, salah satu guru PPKn di MAN Insan Cendekia Paser. “Harapan kami, melalui model pembelajaran seperti ini, siswa dapat lebih antusias dan mudah memahami materi.”

Inovasi kegiatan belajar mengajar pada materi ini adalah langkah konkret untuk berinovasi dalam pembelajaran, sehingga menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan berimbang antara pengetahuan, penalaran, dan ketangkasan. Semoga inovasi pembelajaran ini menjadi inspirasi bagi guru-guru lain untuk mengadopsi inisiatif serupa demi menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan tentunya tetap tepat sasaran sebagai sarana transfer ilmu dan karakter. (IKFI)
Kembali