Paser (Madrasah) - 20 Januari 2024, Siswa kelas XI MAN Insan Cendekia Paser menunjukkan antusiasme dan semangat tinggi dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) yang membahas materi Gerakan Pembaruan dalam Islam. Pembelajaran yang dipandu oleh guru SKI, Wahyudianto, ini bertujuan untuk menginspirasi siswa dengan nilai-nilai semangat juang dan inovasi yang dicontohkan oleh tokoh-tokoh pembaruan Islam.
Pembelajaran yang dilaksanakan selama pekan kedua bulan Januari ini berfokus pada pengenalan dan pemahaman tentang berbagai gerakan pembaruan dalam Islam serta tokoh-tokoh penting di baliknya, seperti Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Ridha. Dengan pendekatan yang interaktif dan dinamis, Wahyudianto berhasil memotivasi siswa untuk menggali lebih dalam mengenai kontribusi para tokoh tersebut dalam menghadapi tantangan zaman mereka.
Pada sesi awal, Wahyudianto menyajikan latar belakang historis dan konteks sosial yang melatarbelakangi munculnya gerakan pembaruan dalam Islam. Siswa diajak berdiskusi mengenai relevansi pembaruan tersebut dengan situasi umat Islam saat ini. Melalui diskusi yang hidup, siswa dapat memahami bahwa semangat juang dan pemikiran kritis adalah kunci untuk menghadapi tantangan zaman modern.
Selanjutnya, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan penelitian dan presentasi mengenai tokoh-tokoh pembaruan. Setiap kelompok bertanggung jawab untuk mengkaji kehidupan, karya, dan pengaruh masing-masing tokoh. Hasil penelitian kemudian dipresentasikan di depan kelas, diikuti dengan sesi tanya jawab yang mendorong siswa untuk berpikir kritis dan menyampaikan pendapat mereka.
Selain itu, Wahyudianto juga memberikan tugas kreatif kepada siswa untuk membuat esai atau video pendek yang menghubungkan nilai-nilai pembaruan dalam Islam dengan tantangan dan kebutuhan umat Islam masa kini. Tugas ini dirancang untuk melatih kreativitas dan kemampuan komunikasi siswa, serta menanamkan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya pembaruan dalam konteks kontemporer.
Salah satu siswa kelas XI, Rina Maulida, mengungkapkan bahwa materi ini sangat memotivasi dirinya. "Belajar tentang perjuangan dan pemikiran para tokoh pembaruan Islam membuat saya sadar akan pentingnya adaptasi dan inovasi dalam menjaga relevansi ajaran Islam. Saya jadi lebih bersemangat untuk berkontribusi positif dalam masyarakat," katanya.
Dengan pembelajaran ini, MAN Insan Cendekia Paser terus berkomitmen untuk mengembangkan kurikulum yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga membentuk karakter siswa yang kritis, inovatif, dan memiliki semangat juang tinggi dalam menghadapi tantangan masa depan. (Why)