Paser (Madrasah) - Dalam rangka pembinaan kepegawaian “peningkatan kompetensi manajerial guru dan tenaga kependidikan (GTK) MAN Insan Cendekia, MAN IC Paser Gelar MAN IC Paser gelar Talk Show Inspiratif bersama Direktur GTK Madrasah Kemenag RI pada 2 Agustus 2025. Pada Kegiatan tersebut Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Kementerian Agama RI menekankan pentingnya peningkatan kompetensi manajerial yang tidak hanya unggul secara teknis, skill, tetapi juga kokoh secara spiritual dan etis.
Thobib Al Asyhar, Direktur GTK Madrasah, dalam kegiatan pembinaan GTK di MAN Insan Cendekia Paser, menyampaikan bahwa integrasi antara iman dan takwa (imtak) dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) menjadi dasar utama dalam membangun kompetensi guru madrasah yang paripurna.
“Guru madrasah bukan hanya pengajar, tapi juga penuntun akhlak dan pemimpin moral di lingkungan pendidikan. Maka, integrasi imtak dan iptek harus menjadi DNA-nya guru madrasah,” ujar Thobib.
“Guru madrasah bukan hanya pengajar, tapi juga penuntun akhlak dan pemimpin moral di lingkungan pendidikan. Maka, integrasi imtak dan iptek harus menjadi DNA-nya guru madrasah,” ujar Thobib.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa best practice tertinggi bagi guru adalah keteladanan Nabi Muhammad SAW, baik dalam hal kepemimpinan, komunikasi, maupun strategi pendidikan. Figur Nabi menjadi model ideal dalam menjalankan fungsi pendidik yang penuh kasih, bijak, dan visioner.
“Jika ingin mencetak generasi yang tangguh dan berakhlak, maka gurunya harus lebih dulu menjadikan Nabi sebagai rujukan profesional dan spiritual,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Thobib juga menggarisbawahi pentingnya membangun esensi pembelajaran yang menghubungkan antara apa yang siswa pelajari dengan realitas kehidupannya. Menurutnya, guru harus mampu membimbing siswa agar memahami makna dari setiap pelajaran, bukan sekadar menghafal isi kurikulum.
“Belajar itu bukan hanya soal ‘apa yang diajarkan’, tapi bagaimana murid merasa ‘terhubung’ dengan apa yang ia pelajari. Di situlah peran manajerial guru menjadi sangat vital,” tambahnya.
Dengan pendekatan ini, diharapkan GTK madrasah mampu tampil sebagai agen perubahan yang adaptif, inspiratif, dalam membentuk generasi Indonesia yang unggul dan berintegritas.(mei)