Paser (Madrasah) – MAN Insan Cendekia Paser resmi memulai pelaksanaan Ujian Madrasah untuk tahun ajaran 2025, yang dimulai pada tanggal 10 Maret 2025 dan berlangsung hingga 14 Maret 2025. Ujian Madrasah kali ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XII dan dilaksanakan dengan sistem berbasis Computer-Based Test (CBT).
Ujian Madrasah merupakan salah satu tahapan penting bagi siswa kelas XII yang akan menuntaskan pendidikan mereka di MAN Insan Cendekia Paser. Dengan sistem CBT, ujian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik dan kesiapan siswa dalam menghadapi ujian akhir serta sebagai bagian dari penilaian untuk kelulusan mereka.
Kepala MAN Insan Cendekia Paser, Muhammad Nur menjelaskan bahwa penggunaan sistem CBT untuk ujian ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dan efisiensi dalam proses ujian, serta meningkatkan akurasi dalam penilaian. “Sistem CBT memungkinkan siswa untuk mengerjakan ujian secara lebih efektif dan juga mengurangi kemungkinan terjadinya kecurangan. Selain itu, hasil ujian dapat diproses lebih cepat, yang sangat membantu dalam kelancaran proses kelulusan,” ujarnya.
Para peserta ujian mengikuti serangkaian tes berbasis komputer yang mencakup berbagai mata pelajaran sesuai dengan kurikulum yang telah diajarkan. Setiap siswa diberi waktu yang cukup untuk menyelesaikan soal-soal ujian dan mendapatkan umpan balik secara langsung melalui sistem yang terintegrasi. Selain itu, ujian juga dilengkapi dengan berbagai fitur untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan siswa dalam mengerjakan soal.
Salah seorang peserta ujian, Naufal, mengungkapkan bahwa ia merasa lebih percaya diri dengan pelaksanaan ujian berbasis CBT. “Dengan ujian berbasis komputer, saya merasa lebih nyaman karena saya sudah terbiasa dengan teknologi. Selain itu, sistem ini juga membuat saya lebih fokus dan tidak khawatir tentang soal yang sulit karena ada waktu yang cukup untuk menyelesaikannya,” katanya.
Pelaksanaan Ujian Madrasah di MAN Insan Cendekia Paser diharapkan dapat berjalan lancar dan sukses, serta memberikan hasil yang optimal bagi para siswa. Proses ujian yang berbasis teknologi ini juga diharapkan dapat menjadi acuan bagi sekolah-sekolah lain dalam mengimplementasikan ujian berbasis komputer di masa depan.(mj)
Ujian Madrasah merupakan salah satu tahapan penting bagi siswa kelas XII yang akan menuntaskan pendidikan mereka di MAN Insan Cendekia Paser. Dengan sistem CBT, ujian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik dan kesiapan siswa dalam menghadapi ujian akhir serta sebagai bagian dari penilaian untuk kelulusan mereka.
Kepala MAN Insan Cendekia Paser, Muhammad Nur menjelaskan bahwa penggunaan sistem CBT untuk ujian ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dan efisiensi dalam proses ujian, serta meningkatkan akurasi dalam penilaian. “Sistem CBT memungkinkan siswa untuk mengerjakan ujian secara lebih efektif dan juga mengurangi kemungkinan terjadinya kecurangan. Selain itu, hasil ujian dapat diproses lebih cepat, yang sangat membantu dalam kelancaran proses kelulusan,” ujarnya.
Para peserta ujian mengikuti serangkaian tes berbasis komputer yang mencakup berbagai mata pelajaran sesuai dengan kurikulum yang telah diajarkan. Setiap siswa diberi waktu yang cukup untuk menyelesaikan soal-soal ujian dan mendapatkan umpan balik secara langsung melalui sistem yang terintegrasi. Selain itu, ujian juga dilengkapi dengan berbagai fitur untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan siswa dalam mengerjakan soal.
Salah seorang peserta ujian, Naufal, mengungkapkan bahwa ia merasa lebih percaya diri dengan pelaksanaan ujian berbasis CBT. “Dengan ujian berbasis komputer, saya merasa lebih nyaman karena saya sudah terbiasa dengan teknologi. Selain itu, sistem ini juga membuat saya lebih fokus dan tidak khawatir tentang soal yang sulit karena ada waktu yang cukup untuk menyelesaikannya,” katanya.
Pelaksanaan Ujian Madrasah di MAN Insan Cendekia Paser diharapkan dapat berjalan lancar dan sukses, serta memberikan hasil yang optimal bagi para siswa. Proses ujian yang berbasis teknologi ini juga diharapkan dapat menjadi acuan bagi sekolah-sekolah lain dalam mengimplementasikan ujian berbasis komputer di masa depan.(mj)