Game Edukasi: Pendekatan Inovatif dalam Pembelajaran Bahasa Arab

By. Admin Humas in Madrasah

Card image cap
Paser (Madrasah) - Salah satu pendekatan paling efektif dalam pembelajaran adalah mengenal peserta didik dengan lebih dekat. Pada zaman saat ini, peserta didik cenderung lebih dekat dengan yang digital, seperti media sosial dan game. Oleh karena itu, tenaga pendidik dapat memanfaatkan game edukasi sebagai “alat” untuk mendekati peserta didik

Guru bahasa arab di  MAN Insan Cendekia Paser telah mengadopsi pendekatan inovatif dengan memanfaatkan game edukasi sebagai bagian integral dari kegiatan belajar mengajar. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan mendalamkan pemahaman mereka terhadap materi pelajaran. Dalam hal ini  guru memanfaatkan Game edukasi berupa aplikasi berbasis website yaitu Wordwall . Game ini membutuhkan alat perangkat berupa laptop/smart tv  dan internet yang memadai, dalam hal ini MAN Insan Cendekia sudah memfasilitasinya. 

Wordwall merupakan aplikasi berbasis website yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran seperti kuis interaktif, memasangkan pasangan, acak kata, dan anagram. Ada banyak fitur yang dapat Anda pilih sehingga memberikan banyak kemungkinan variasi dalam penyampaian materi ajar. Aplikasi ini menyediakan 18 template yang dapat diakses secara gratis. Sehingga pendidik dapat mengedit sesuai materi dan tujuan pembelajaran  yang telah disampaikan. 

Guru Bahasa Arab, Siti Aminah, S.Pd menyatakan "'Dengan memvariasikan metode dan gaya ajar, peserta didik menjadi tidak jenuh selama pembelajaran. Penggunaan aplikasi Wordwall membuka ruang bagi siswa untuk berkreativitas dan berinovasi selama pembelajaran berlangsung. Selain itu, tampilan pembelajaran yang sedap dipandang akan meningkatkan wibawa dan kepercayaan tenaga pendidik di dalam kelas." ujar Aminah.

Hal ini juga dibuktikan dengan antusias peserta didik dalam memainkan permainan dan antusias bertanya materi yang belum mereka pahami dengan tujuan agar dapat menyelesaikan permainan dengan skor nilai tertinggi dibanding teman-temanya. Selain itu juga menghilangkan kantuk yang sering mereka keluhkan ketika dalam kegiatan belajar-mengajar. 

Pendekatan ini tampaknya memberikan hasil yang positif. Guru melaporkan peningkatan dalam partisipasi siswa, diskusi yang lebih hidup, dan pemahaman yang lebih mendalam terhadap konsep-konsep pelajaran. (AM)
Kembali