Paser (Madrasah)- Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Insting (STIFIn) yang merupakan sebuah konsep untuk mengidentifikasi kecerdasan manusia berdasarkan sistem operasi otak yang dominan dan dapat diketahui dengan memindai sidik jari. Konsep ini perlu dipelajari di lingkup kependidikan untuk membantu siswa mengenal kekuatan dan kelemahan berdasarkan potensi genetiknya.
Selaras dengan hal di atas, MAN Insan Cendekia Paser mengikuti Workshop STIFIn Level 1 dengan tema “Find the True You” yang diselenggarakan oleh STIFIn Genetic Intelligence Kab. Malang (minggu, 20/08/2023) oleh Dr. Asriana Kibtiyah, M.Si. Guru-guru yang mengikuti pelatihan ini yakni Siska Sari Yulianti, S.Pd., Sri Yuni Yulianti, Psi., dan Rizky Nanda Rahmadiani, S.Pd., selaku Guru Bimbingan Konseling MAN IC Paser.
Rizky Nanda Rahmadiani menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung sejak pagi hingga sore hari diakhiri ujian tertulis.
“Workshop STIFIn level 1 ( mempelajari konsep STIFIn, kelebihan dan kekurangannya, keakuratan alat tes STIFIn). kegiatan dilaksanakan pada hari minggu 20 Agustus 2023 jam 9.20 S/d 18.00 WITA secara daring dengan dibagi menjadi 4 sesi dan terakhir ada post test secara tertulis,” ungkap Nanda.
Sementara itu, Siska Sari Yulianti mengucapkan terima kasih kepada pihak Komite MAN IC Paser yang mendukung kami untuk mengikuti kegiatan ini.
“Pembiayaan workshop ini dibiayai oleh Ketua Komite MAN IC Paser Bapak H. Andy Sugara yang banyak mensupport para Guru Bimbingan Konseling MAN IC Paser untuk bisa menambah ilmu kami mengenai STIFIn,” papar Siska ditemui setelah workshop.
Sri Yuni Yulianti berharap bahwa nantinya akan bisa kembali mengikuti workshop STIFIn Level 2.
“Harapan saya setelah mengikuti kegiatan ini, semoga kami dapat berlanjut untuk mengikuti workshop STIFIn level 2 agar nantinya guru BK lebih bisa mengaplikasikannya kepada peserta didik serta mengetahui kecerdasan yang dimiliki peserta didik melalui tes STIFIn. Kemudian bisa mengarahkan anak didik kita agar tidak salah dalam memahami kecerdasan yang dimilikinya serta memudahkan bagi orang tua dan guru bagaimana cara menghadapi sifat dan perilaku setiap anak,” ungkap Yuni. (myh)