Guru BK MAN IC Paser Ikuti Pelatihan Konseling Berbasis AI Talent DNA di Jakarta

By. Admin Humas in Madrasah

Card image cap
Jakarta Selatan (Humas IC) – Salah satu Guru Bimbingan dan Konseling (BK) MAN Insan Cendekia Paser, Siska Sari Yulianti, mengikuti kegiatan Pelatihan Konseling Berbasis AI TalentDNA yang diselenggarakan oleh Direktorat GTK Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan Universitas Ary Ginanjar. Pelatihan ini berlangsung di Menara 165, Jakarta Selatan, dan dihadiri oleh para guru BK terpilih dari berbagai madrasah di Indonesia pada hari Senin-Selasa, 10-11 Maret 2025.

Kegiatan pelatihan dibuka secara resmi oleh Dirjen Pendidikan Islam, Prof. Amin Suyitno, yang menegaskan bahwa guru BK memiliki tiga fungsi utama dalam sistem pendidikan madrasah, yaitu fungsi pencegahan, fungsi pemahaman, dan fungsi edukasi. “Guru BK harus memiliki hati yang luas karena mereka menjadi tempat keluh kesah siswa dan menghadapi beragam persoalan yang kompleks,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur GTK Madrasah, Thobib Al Asyhar, menekankan pentingnya peran guru BK dalam menghadapi tantangan zaman. “Guru BK madrasah harus mampu menjawab tantangan kekinian. Madrasah yang memiliki keunggulan dalam pembentukan karakter berbasis nilai-nilai Islam perlu melakukan intervensi sejak dini melalui peran strategis guru BK. Dari sinilah akan lahir alumni yang cerdas dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Ary Ginanjar, selaku Founder ESQ dan penggagas pendekatan AI TalentDNA, turut menyampaikan harapannya terhadap generasi masa depan Indonesia. “InsyaAllah tahun 2045 Indonesia Emas akan benar-benar terwujud. Dari madrasah akan lahir pemikir-pemikir seperti Ibnu Sina modern yang menguasai berbagai disiplin ilmu,” tuturnya penuh semangat.

Sebagai peserta, Siska Sari Yulianti merasa sangat bersyukur dan antusias dapat mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, pendekatan konseling berbasis AI TalentDNA sangat membantu dalam memahami kepribadian, bakat, dan minat siswa secara lebih mendalam. “Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk mendukung layanan konseling yang lebih personal dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” ujarnya.

Pelatihan ini juga merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama untuk mewujudkan Madrasah Ramah Anak, di mana guru memiliki pendekatan yang lebih empatik, inklusif, dan berbasis teknologi. Dengan pemanfaatan teknologi dalam layanan bimbingan konseling, diharapkan proses pembelajaran dan pengembangan potensi siswa di MAN Insan Cendekia Paser semakin efektif, relevan, dan berdampak positif bagi masa depan peserta didik. (ssy)
Kembali