Tenggarong (Madrasah) - Sebanyak 25 Guru BK MA Se-Kalimantan Timur yang tergabung dalam Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) tingkat Madrasah Aliyah menggelar pelatihan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) pada Jum’at (06/10/2023) di Ruang Aula Kementerian Agama Kabupaten Kutai Karta negara.
Kegiatan PKB ini bertujuan untuk menambah wawasan guru Bimbingan Konseling dalam menginplementasikan layanan BK dalam kurikulum merdeka dan implementasi Asessmen dalam layanan BK.
Kepala Kementerian Agama Kutai Kartanegara, Nasrun menyampaikan bahwa “kegiatan MGBK ini sangat penting dilaksanakan karena keberadaan guru BK di Madrasah sangat ditunggu untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan bakat dan minat siswa, selain itu juga guru BK bukan hanya dikenal sebagai sahabat siswa tetapi guru BK sebagai pemberi layanan utama untuk mencegah terjadinya bullying di Madrasah,” ungkap Nasrun.
Guru BK MAN Insan Cendekia Paser, Siska Sari Yulianti mengungkapkan harapannya bahwa kegiatan pelatihan ini dapat dilaksanakan setiap tahun dan memberikan ilmu serta wawasan yang lebih luas kepada seluruh guru BK yang turut hadir dalam kegiatan PKB maupun guru BK yang belum bisa berkesempatan hadir dalam kegiatan PKB ini.
Kegiatan ini diharapkan dapat membantu Guru BK lebih eksis di Madrasah sebagai pemberi layanan kepada peserta didik mulai dari layanan bidang pribadi, social belajar dan karir.
Semoga kegiatan Pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) ini akan membantu Seluruh Guru BK di Kalimantan Timur dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Guru BK yang ideal.(ssy)
Kegiatan PKB ini bertujuan untuk menambah wawasan guru Bimbingan Konseling dalam menginplementasikan layanan BK dalam kurikulum merdeka dan implementasi Asessmen dalam layanan BK.
Kepala Kementerian Agama Kutai Kartanegara, Nasrun menyampaikan bahwa “kegiatan MGBK ini sangat penting dilaksanakan karena keberadaan guru BK di Madrasah sangat ditunggu untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan bakat dan minat siswa, selain itu juga guru BK bukan hanya dikenal sebagai sahabat siswa tetapi guru BK sebagai pemberi layanan utama untuk mencegah terjadinya bullying di Madrasah,” ungkap Nasrun.
Guru BK MAN Insan Cendekia Paser, Siska Sari Yulianti mengungkapkan harapannya bahwa kegiatan pelatihan ini dapat dilaksanakan setiap tahun dan memberikan ilmu serta wawasan yang lebih luas kepada seluruh guru BK yang turut hadir dalam kegiatan PKB maupun guru BK yang belum bisa berkesempatan hadir dalam kegiatan PKB ini.
Kegiatan ini diharapkan dapat membantu Guru BK lebih eksis di Madrasah sebagai pemberi layanan kepada peserta didik mulai dari layanan bidang pribadi, social belajar dan karir.
Semoga kegiatan Pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) ini akan membantu Seluruh Guru BK di Kalimantan Timur dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Guru BK yang ideal.(ssy)