Paser (Madrasah) - 18 Maret 2024 Guru Fikih MAN Insan Cendekia Paser, Inggar Perdynata, menerapkan metode card sort dalam pembelajaran pembagian warisan di ruang kelas. Metode ini dinilai efektif membantu siswa memahami materi yang sering dianggap rumit dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan.
Pembagian warisan merupakan salah satu materi penting dalam fikih Islam. Namun, siswa sering kali merasa kesulitan untuk memahaminya melalui pendekatan konvensional. Melihat tantangan ini, Inggar memperkenalkan metode card sort yang melibatkan aktivitas interaktif dan kolaboratif. Dalam metode ini, siswa diberikan kartu-kartu berisi informasi terkait pembagian warisan, seperti jenis ahli waris, hak waris masing-masing, dan contoh kasus pembagian warisan. Kartu-kartu tersebut kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori tertentu. Aktivitas ini tidak hanya membuat siswa lebih aktif secara fisik, tetapi juga melatih mereka berpikir kritis dan berdiskusi dengan teman sekelas.
"Metode card sort ini membantu siswa untuk lebih aktif dan kreatif dalam belajar," ujar Inggar. "Mereka juga dapat belajar bekerja sama dengan teman-teman mereka dalam menyelesaikan tugas." tambah Inggar
Para siswa pun antusias dengan metode pembelajaran ini. Salah satu siswa mengungkapkan, "Metode ini lebih mudah dipahami daripada hanya membaca buku. Saya juga lebih senang belajar dengan cara ini karena lebih aktif." Keseruan belajar terlihat dari antusiasme siswa selama proses berlangsung, di mana mereka tampak lebih percaya diri dalam mempresentasikan hasil kelompok mereka.
Selain meningkatkan pemahaman siswa, metode ini juga membangun keterampilan lain, seperti kerja sama tim dan komunikasi diharapkan juga hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan, baik dalam pemahaman konsep maupun motivasi belajar mereka. (ing)