Guru Fikih MAN IC Paser Terapkan Metode Role Play dalam Mengajarkan Materi Munakahat

By. Admin Humas in Madrasah

Card image cap
Paser (Madrasah) –  Guru Fikih MAN Insan Cendekia Paser, Inggar Perdynata, mengadopsi pendekatan inovatif melalui metode role play dalam upaya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi munakahat,. Metode ini memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan relevan, menggabungkan teori dengan praktik nyata tentang ajaran Islam terkait pernikahan.

Metode role play memungkinkan siswa untuk berperan sebagai pihak-pihak yang terlibat dalam situasi pernikahan, seperti calon pengantin, wali, atau saksi. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami konsep-konsep pernikahan dalam Islam secara teori, tetapi juga bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Inggar Perdynata, metode ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik. "Materi munakahat sering kali sulit dipahami jika hanya disampaikan secara konseptual. Dengan role play, siswa dapat melihat langsung bagaimana ajaran Islam diterapkan, sehingga lebih mudah memahami tantangan, keputusan, dan tanggung jawab dalam pernikahan," jelasnya.

Pendekatan ini mendapat sambutan hangat dari para siswa. Salah seorang siswa, Siti Nurul Huda, mengungkapkan bahwa metode ini sangat membantunya dalam memahami materi. "Saya merasa lebih percaya diri memahami konsep dan praktik pernikahan setelah mengikuti role play ini. Ini juga menjadi bekal berharga untuk menghadapi kehidupan keluarga kelak," katanya.

Metode ini juga membuat suasana kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan. Para siswa merasa lebih terlibat karena dapat mempraktikkan langsung pengetahuan yang mereka pelajari dalam skenario yang dirancang sedemikian rupa untuk menyerupai situasi nyata.

Penggunaan metode role play ini sejalan dengan visi MAN Insan Cendekia Paser untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna melalui pendekatan interaktif. Hal ini juga mendukung misi madrasah dalam menanamkan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai Islam, khususnya terkait pernikahan dan pembentukan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Diharapkan, metode ini tidak hanya memperkaya pemahaman siswa terhadap materi munakahat, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan praktis untuk menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata. Melalui inovasi ini, MAN IC Paser kembali membuktikan komitmennya dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif, relevan, dan bermakna bagi generasi muda. (ing)
Kembali