Paser (Madrasah) – Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Paser kembali menyelenggarakan Program Homestay sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman nyata. Pada Kamis, 11 September 2025, Rani Nur Afifah Agus Fajrina selaku Plh. Kepala MAN IC Paser memberikan arahan sekaligus melepas secara resmi peserta didik Angkatan 10 untuk mengikuti program tersebut.
Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa kegiatan Homestay merupakan kesempatan berharga bagi peserta didik untuk belajar langsung dari masyarakat, melatih kemandirian, serta memperkuat sikap disiplin dan tanggung jawab. “Kami berharap melalui program ini, para siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, serta keterampilan hidup yang bermanfaat bagi masa depan,” ungkapnya.
Pelepasan ditandai dengan prosesi simbolis pengalungan ID Card peserta oleh Plh. Kepala MAN IC Paser kepada Ketua Angkatan 10, Ketua Angkatan Putra Muhammad Arifin Ilham, dan Ketua Angkatan Putri Andrea Safira Azzahra.
Program Homestay 2025 berlangsung selama sepekan, mulai 11 hingga 17 September 2025. Sebanyak 119 peserta didik mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 65 peserta putri yang menjalani homestay di Desa Padang Jaya, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, serta 54 peserta putra yang ditempatkan di Desa Sungai Tuak, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala MAN IC Paser, Muhammad Nur., menyampaikan bahwa Program Homestay menjadi bagian penting dari strategi madrasah dalam membentuk lulusan yang unggul tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam karakter. “Kami ingin lulusan MAN IC Paser memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan, keimanan, serta kecakapan sosial. Homestay ini adalah laboratorium kehidupan nyata bagi siswa untuk belajar langsung dari masyarakat,” jelas M.Nur.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat berinteraksi secara langsung dengan masyarakat, mengikuti aktivitas keseharian di desa, sekaligus berkontribusi dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Program Homestay menjadi salah satu bentuk inovasi pembelajaran di MAN IC Paser yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter menuju generasi emas 2045. (nan)
Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa kegiatan Homestay merupakan kesempatan berharga bagi peserta didik untuk belajar langsung dari masyarakat, melatih kemandirian, serta memperkuat sikap disiplin dan tanggung jawab. “Kami berharap melalui program ini, para siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, serta keterampilan hidup yang bermanfaat bagi masa depan,” ungkapnya.
Pelepasan ditandai dengan prosesi simbolis pengalungan ID Card peserta oleh Plh. Kepala MAN IC Paser kepada Ketua Angkatan 10, Ketua Angkatan Putra Muhammad Arifin Ilham, dan Ketua Angkatan Putri Andrea Safira Azzahra.
Program Homestay 2025 berlangsung selama sepekan, mulai 11 hingga 17 September 2025. Sebanyak 119 peserta didik mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 65 peserta putri yang menjalani homestay di Desa Padang Jaya, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, serta 54 peserta putra yang ditempatkan di Desa Sungai Tuak, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala MAN IC Paser, Muhammad Nur., menyampaikan bahwa Program Homestay menjadi bagian penting dari strategi madrasah dalam membentuk lulusan yang unggul tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam karakter. “Kami ingin lulusan MAN IC Paser memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan, keimanan, serta kecakapan sosial. Homestay ini adalah laboratorium kehidupan nyata bagi siswa untuk belajar langsung dari masyarakat,” jelas M.Nur.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat berinteraksi secara langsung dengan masyarakat, mengikuti aktivitas keseharian di desa, sekaligus berkontribusi dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Program Homestay menjadi salah satu bentuk inovasi pembelajaran di MAN IC Paser yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter menuju generasi emas 2045. (nan)