Paser (Madrasah) – Dalam rangka memperkuat nilai-nilai religius sekaligus merespons dinamika sosial yang tengah berkembang di tanah air, MAN Insan Cendekia Paser menggelar istighosah dan doa bersama untuk keselamatan negeri. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (1/9) di Masjid Darul Falah MAN IC Paser ini diikuti dengan penuh kekhusyukan.
Doa bersama tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Paser, Slamet Arif. Dalam munajatnya, beliau menekankan bahwa spiritualitas harus menjadi landasan dalam menghadapi setiap ujian kebangsaan. “Doa adalah energi moral sekaligus senjata spiritual umat beriman. Semoga Allah SWT menjaga bangsa ini dari segala bentuk perpecahan, memberikan keberkahan, serta mengaruniakan ketenteraman bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkapnya.
Muhammad Nur, Kepala MAN IC Paser menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari pendidikan karakter religius yang dikembangkan di madrasah. “Kami ingin menanamkan kesadaran kolektif bahwa ikhtiar lahir harus selalu disertai ikhtiar batin. Doa bersama ini merupakan ekspresi kepedulian sekaligus tanggung jawab spiritual seluruh warga madrasah terhadap keberlangsungan bangsa,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan lantunan doa yang dipanjatkan secara berjamaah, menghadirkan suasana haru, teduh, sekaligus penuh harapan agar Indonesia senantiasa dilimpahi kedamaian dan keberkahan Ilahi. (Nan)
Doa bersama tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Paser, Slamet Arif. Dalam munajatnya, beliau menekankan bahwa spiritualitas harus menjadi landasan dalam menghadapi setiap ujian kebangsaan. “Doa adalah energi moral sekaligus senjata spiritual umat beriman. Semoga Allah SWT menjaga bangsa ini dari segala bentuk perpecahan, memberikan keberkahan, serta mengaruniakan ketenteraman bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkapnya.
Muhammad Nur, Kepala MAN IC Paser menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari pendidikan karakter religius yang dikembangkan di madrasah. “Kami ingin menanamkan kesadaran kolektif bahwa ikhtiar lahir harus selalu disertai ikhtiar batin. Doa bersama ini merupakan ekspresi kepedulian sekaligus tanggung jawab spiritual seluruh warga madrasah terhadap keberlangsungan bangsa,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan lantunan doa yang dipanjatkan secara berjamaah, menghadirkan suasana haru, teduh, sekaligus penuh harapan agar Indonesia senantiasa dilimpahi kedamaian dan keberkahan Ilahi. (Nan)