Paser (Madrasah) – Program Homestay Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Paser resmi dimulai kembali di Desa Sungai Tuak, Kecamatan Tanah Grogot, Kamis (11/9/2025). Sebanyak 54 peserta didik putra Angkatan 10 MAN IC Paser diterima secara langsung oleh perangkat desa dan masyarakat setempat untuk berkolaborasi dalam implementasi program homestay selama sepekan penuh.
Acara pembukaan diawali dengan sambutan dari Plh. Kepala MAN IC Paser, Rani Nur Afifah Agus Fajrina hadir mewakili Kepala MAN IC Paser. Dalam sambutannya, Rani menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai wahana pembelajaran nyata bagi peserta didik. “Homestay ini bukan sekadar tinggal bersama masyarakat, tetapi sebuah proses belajar kehidupan. Kami berharap anak-anak mampu melatih kemandirian, disiplin, serta memetik nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong dari masyarakat Desa Sungai Tuak,” ujarnya.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Sekretaris Desa Sungai Tuak, Salbiah, yang mewakili Kepala Desa. Ia menyampaikan apresiasi dan dukungan atas terselenggaranya program ini.
“Kami menyambut dengan tangan terbuka kedatangan para peserta didik MAN Insan Cendekia Paser. ini sudah kedua kalinya kami menerima anak-anak dari MAN IC Paser. Semoga melalui kegiatan ini, anak-anak bisa merasakan kehidupan desa, ikut berbaur, dan mengambil pelajaran berharga dari masyarakat Sungai Tuak,” ungkapnya.
Sebagai tanda dimulainya kegiatan, dilakukan prosesi simbolis penyerahan peserta didik dari pihak madrasah kepada pihak desa, yang diterima secara langsung oleh perangkat Desa Sungai Tuak. Penyerahan ini menandai kepercayaan dan harapan agar peserta dapat belajar sekaligus memberikan kontribusi nyata selama tinggal bersama masyarakat.
Dalam kesempatan berbeda, Kepala MAN IC Paser, Muhammad Nur, menegaskan bahwa Program Homestay menjadi salah satu wahana pembelajaran untuk pembentukan kemandirian dan kepedulian kepada masyarakat sekitar. "Melalui Homestay, madrasah ingin menghadirkan pembelajaran yang mengedepankan pengetahuan yang implementatif dan pengembangan kemandirian yang disertai dengan kepedulian bagi masyarakat sekitar. Kami percaya interaksi siswa dengan masyarakat Desa Sungai Tuak akan memberi pengalaman berharga, baik bagi anak-anak maupun bagi warga desa. Inilah bentuk kolaborasi pendidikan yang saling menguatkan,” jelas M. Nur.
Program Homestay 2025 di Desa Sungai Tuak akan berlangsung hingga 17 September 2025, dimana peserta didik akan mengikuti berbagai aktivitas keseharian masyarakat desa, termasuk kegiatan sosial, keagamaan, serta gotong royong bersama warga. (nan)
Acara pembukaan diawali dengan sambutan dari Plh. Kepala MAN IC Paser, Rani Nur Afifah Agus Fajrina hadir mewakili Kepala MAN IC Paser. Dalam sambutannya, Rani menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai wahana pembelajaran nyata bagi peserta didik. “Homestay ini bukan sekadar tinggal bersama masyarakat, tetapi sebuah proses belajar kehidupan. Kami berharap anak-anak mampu melatih kemandirian, disiplin, serta memetik nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong dari masyarakat Desa Sungai Tuak,” ujarnya.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Sekretaris Desa Sungai Tuak, Salbiah, yang mewakili Kepala Desa. Ia menyampaikan apresiasi dan dukungan atas terselenggaranya program ini.
“Kami menyambut dengan tangan terbuka kedatangan para peserta didik MAN Insan Cendekia Paser. ini sudah kedua kalinya kami menerima anak-anak dari MAN IC Paser. Semoga melalui kegiatan ini, anak-anak bisa merasakan kehidupan desa, ikut berbaur, dan mengambil pelajaran berharga dari masyarakat Sungai Tuak,” ungkapnya.
Sebagai tanda dimulainya kegiatan, dilakukan prosesi simbolis penyerahan peserta didik dari pihak madrasah kepada pihak desa, yang diterima secara langsung oleh perangkat Desa Sungai Tuak. Penyerahan ini menandai kepercayaan dan harapan agar peserta dapat belajar sekaligus memberikan kontribusi nyata selama tinggal bersama masyarakat.
Dalam kesempatan berbeda, Kepala MAN IC Paser, Muhammad Nur, menegaskan bahwa Program Homestay menjadi salah satu wahana pembelajaran untuk pembentukan kemandirian dan kepedulian kepada masyarakat sekitar. "Melalui Homestay, madrasah ingin menghadirkan pembelajaran yang mengedepankan pengetahuan yang implementatif dan pengembangan kemandirian yang disertai dengan kepedulian bagi masyarakat sekitar. Kami percaya interaksi siswa dengan masyarakat Desa Sungai Tuak akan memberi pengalaman berharga, baik bagi anak-anak maupun bagi warga desa. Inilah bentuk kolaborasi pendidikan yang saling menguatkan,” jelas M. Nur.
Program Homestay 2025 di Desa Sungai Tuak akan berlangsung hingga 17 September 2025, dimana peserta didik akan mengikuti berbagai aktivitas keseharian masyarakat desa, termasuk kegiatan sosial, keagamaan, serta gotong royong bersama warga. (nan)