MAN IC Paser Resmi Buka Karantina Tahfizh dan Amtsilati 2025: Membangun Generasi Qur’ani dan Cinta Ilmu

By. Admin Humas in Madrasah

Card image cap
Paser (Madrasah)– Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan dan memperkuat karakter keislaman peserta didik, MAN Insan Cendekia Paser secara resmi membuka Karantina Tahfizh Al-Qur’an dan Karantina Amtsilati Tahun 2025. Acara pembukaan yang dilangsungkan pada Senin, 24 Februari 2025 ini dihadiri oleh seluruh siswa, guru, serta tamu undangan yang turut mendukung program unggulan tersebut (24 Februari 2025).

Kegiatan karantina ini merupakan agenda rutin tahunan madrasah yang dirancang untuk memberikan ruang lebih intensif kepada siswa dalam menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an, serta mendalami ilmu agama secara aplikatif melalui program Amtsilati.

Dalam sambutannya, Kepala MAN IC Paser, Muhammad Nur  menegaskan pentingnya integrasi antara prestasi akademik dan spiritual dalam pendidikan.
“Kegiatan Karantina Tahfizh Al-Qur'an ini adalah bagian dari upaya kami untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul di bidang akademis, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki kedalaman ilmu agama. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu siswa-siswi kami untuk semakin dekat dengan Al-Qur'an dan menjadikannya pedoman hidup,” ungkapnya.

Karantina Tahfizh Al-Qur’an difokuskan pada kegiatan menghafal Al-Qur’an, memperdalam pemahaman maknanya, serta meningkatkan kualitas tilawah dan tajwid. Siswa akan menjalani jadwal terstruktur di lingkungan asrama madrasah, dibimbing langsung oleh ustadz dan pengajar profesional yang telah disiapkan.

Bersamaan dengan itu, Karantina Amtsilati juga diluncurkan, berfokus pada penguatan pemahaman bahasa Arab, ilmu fiqih, dan tata cara membaca kitab kuning dengan metode Amtsilati. Program ini diharapkan dapat memperkuat dasar keilmuan siswa sebagai bekal dalam memahami ajaran Islam secara mendalam dan aplikatif.

Salah satu peserta Karantina Tahfizh, Athar, menyampaikan kesan positifnya mengikuti kegiatan ini:
“Saya merasa sangat diberkahi bisa mengikuti Karantina Tahfizh Al-Qur’an di sini. Selain mendapatkan ilmu tentang cara menghafal yang efektif, saya juga belajar untuk lebih mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.”

Seluruh proses karantina dirancang dengan sistem monitoring dan evaluasi berkala, memastikan bahwa target hafalan maupun pemahaman peserta dapat tercapai dengan maksimal. Program ini menjadi salah satu ikon pembinaan karakter religius di MAN IC Paser, sekaligus langkah strategis membentuk generasi Qur’ani yang berprestasi dan siap menjadi pemimpin masa depan.

Melalui Karantina Tahfizh dan Amtsilati ini, MAN IC Paser terus berkomitmen menciptakan lingkungan madrasah yang akademis, religius, dan berintegritas, menjadikan Al-Qur’an dan ilmu agama sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi emas Indonesia. (mif)
Kembali