Balikpapan (Madrasah) - Tim Riset MAN IC Paser, sebanyak 13 siswa bersama 1 guru pendamping dari MAN Insan Cendekia Paser mengikuti Bimbingan Olimpiade Penelitian Siswa (OPSI) Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada 20–22 Agustus 2025 di Hotel Grand Tiga Mustika, Balikpapan.
Bimbingan ini ditujukan bagi siswa SMA/MA/SMK/MAK sederajat dan menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang penelitian siswa, di antaranya Moh Rauf dan Ade Kuswara, yang berbagi strategi sukses membimbing karya penelitian agar mampu berkompetisi di tingkat nasional. Selain itu, hadir pula pembimbing lain seperti Hetty Manurung, Khusnul Khotimah, Nella Putri Giriani, Tri Wahyuni, dan Abdul Rauf yang mendampingi peserta sesuai bidang penelitian masing-masing.
Hari pertama, peserta memperoleh motivasi serta penguatan rancangan penelitian yang mereka susun. Hari kedua diisi dengan pembagian kelompok sesuai bidang riset, yaitu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Ilmu Pengetahuan Terapan (IPT). Setiap kelompok mendapat arahan intensif langsung dari narasumber, sehingga bimbingan berlangsung lebih terarah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Provinsi Kalimantan Timur dalam mempersiapkan siswa terbaik menghadapi kompetisi OPSI tingkat nasional. Selama tiga hari, peserta tidak hanya memperdalam isi penelitian, tetapi juga berlatih meningkatkan kemampuan presentasi dan argumentasi ilmiah.
“Program bimbingan ini sangat strategis untuk meningkatkan daya saing siswa Kalimantan Timur di ajang nasional. Kami optimis, dengan arahan narasumber berpengalaman, siswa-siswa kita dapat meraih prestasi membanggakan,” ungkap Muhammad Jasniansyah, Kepala Bidang Pembinaan SMA, Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur.
Kepala MAN IC Paser, Muhammad Nur, menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim riset madrasahnya. “Alhamdulillah kita terus berupaya melahirkan peneliti pemula yang kendati mereka masih duduk di jenjang SLTA sudah bisa melahirkan ide-ide penelitian yang luar biasa. Terbukti, di jenjang provinsi kita selalu mewakili ke nasional, dan tahun ini insyaallah menjadi yang terbanyak,” ujar M.Nur dengan penuh optimisme.
Partisipasi aktif 13 siswa dan 1 guru pendamping dari MAN IC Paser menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam membina budaya riset di kalangan pelajar. Madrasah yang dikenal dengan tradisi akademiknya ini konsisten mendorong siswa untuk berprestasi tidak hanya di bidang akademik formal, tetapi juga dalam pengembangan karya ilmiah. Kehadiran mereka pada kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat kesiapan MAN IC Paser dalam melahirkan peneliti muda yang kompetitif di tingkat nasional.
Kegiatan yang digelar secara luring ini disambut antusias oleh para guru dan siswa, termasuk tim dari MAN IC Paser. Format tatap muka dianggap efektif untuk membangun interaksi langsung, memperkuat pemahaman, dan menumbuhkan semangat penelitian di kalangan pelajar. (MH)