Paser, 18 September 2023 - Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Paser, perubahan signifikan terjadi sejak bulan September 2023. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2023 tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Instansi Pemerintah dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Perubahan tersebut mencakup penerapan sistem kerja lima hari baik untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Pemerintah Non-PNS (PPNPN) di MAN Insan Cendekia Paser. Namun, keunikan MAN IC Paser sebagai sekolah bersistem boarding school menjadikan suasana di sekolah ini berbeda dari sekolah pada umumnya.
Meskipun para guru dan staf sekolah berlaku sistem kerja lima hari, kegiatan efektif siswa-siswi di MAN IC Paser tetap berlangsung hingga hari Sabtu. Kepala Madrasah, Ustadz M. Nur, M.Pd, telah memutuskan untuk memberlakukan kegiatan Pelayanan Prima di hari Sabtu dan Minggu. Kegiatan ini tidak dilaksanakan setiap minggu, tetapi para guru dan staf sekolah dijadwalkan untuk melaksanakan pelayanan prima secara bergantian. Pelayanan prima ini memiliki tugas penting, yaitu mendampingi dan mengawasi para siswa-siswi MAN IC Paser agar tetap terpantau dan terhindar dari segala sesuatu yang tidak diinginkan. Ustadzah Dewi Puspitasari, S.Pd, mengungkapkan pentingnya peran para guru dalam menjaga keamanan dan kenyamanan siswa-siswi yang tinggal di asrama.
Dalam konteks ini, penting untuk dicatat bahwa jumlah siswa-siswi di MAN IC Paser cukup banyak, sekitar 327 orang, dan mereka berasal dari berbagai daerah bahkan provinsi. Oleh karena itu, kehadiran para guru pada hari Sabtu dan Minggu menjadi sangat penting dalam memastikan kesejahteraan dan keamanan siswa-siswi yang jauh dari keluarga. Selain dari pelayanan prima, di MAN IC Paser juga ada kegiatan kunjungan dan pesiar yang sudah dijadwalkan pada hari Sabtu dan Minggu. Saat jadwal kunjungan, suasana di madrasah menjadi sangat meriah, dan siswa-siswi terlihat sangat bahagia karena bisa bertemu dengan keluarga mereka. Namun, ada juga yang merasa sedih karena jarak yang jauh membuat beberapa siswa-siswi tidak dapat berkumpul dengan keluarga pada saat jadwal yang sudah ditentukan.
Meskipun demikian, siswa-siswi di MAN IC Paser menunjukkan sikap solidaritas yang kuat. Mereka tidak membedakan satu sama lain berdasarkan asal daerah atau provinsi. Mereka menjaga erat kekeluargaan di antara sesama siswa-siswi dan menganggap bahwa mereka semua adalah saudara, hal ini juga berlaku untuk para orang tua yang mendukung mereka. Perubahan dalam sistem kerja dan pengenalan pelayanan prima di MAN Insan Cendekia Paser adalah langkah penting dalam menjaga kualitas pendidikan dan kesejahteraan siswa-siswi. Hal ini juga mencerminkan semangat kebersamaan dan solidaritas yang kuat di antara komunitas sekolah ini. (dwp)