Paser (Madrasah)- 01 Februari 2024, MAN IC Paser dalam upaya meningkatkan pemahaman siswa terhadap teks berita, Ratih Kirana selaku guru Bahasa Indonesia di MAN Insan Cendekia Paser, mengembangkan inovasi pembelajaran melalui model Baca-Dengar-Catat. Model ini diterapkan pada siswa kelas XI-3 dengan fokus materi teks berita, khususnya pada kemampuan menganalisis elemen 5W+1H atau yang dikenal dengan istilah ADIKSIMBA.
Pembelajaran ini berlangsung dari akhir Januari hingga awal Februari 2024. Model ini dirancang untuk melatih siswa memahami berita secara mendalam sekaligus meningkatkan konsentrasi mereka. Dengan cara yang interaktif, siswa dilibatkan dalam proses mendengar, mencatat, dan menganalisis isi berita yang disampaikan oleh teman sekelas mereka.
Kegiatan dimulai dengan pemanggilan dua siswa secara acak oleh guru. Kedua siswa tersebut membawa laptop, buku tulis, dan alat tulis. Prosesnya sebagai berikut:
- Pembacaan Berita: Salah satu siswa membacakan berita secara bergantian dengan maksimal tiga kali pembacaan.
- Pencatatan Informasi: Siswa yang duduk berhadapan mencatat elemen 5W+1H berdasarkan berita yang didengar.
- Bergantian Peran: Setelah selesai, siswa yang mencatat beralih menjadi pembaca berita berikutnya.
Hasil catatan siswa dikumpulkan dan dinilai oleh guru Bahasa Indonesia, dalam beberapa kesempatan, guru memberikan penilaian langsung selama proses pembelajaran berlangsung, dengan tetap memantau jalannya kegiatan untuk memastikan siswa fokus pada tugasnya.
Ratih menjelaskan bahwa salah satu tantangan dalam model pembelajaran ini adalah keberagaman teknik membaca siswa, termasuk variasi volume suara dan kejelasan artikulasi. Meski demikian, siswa tetap berusaha maksimal, baik dalam membacakan berita maupun mencatat informasi yang relevan.
“Model pembelajaran ini tidak hanya membantu siswa memahami isi berita, tetapi juga melatih mereka untuk fokus mendengar dan menyaring informasi penting,” ungkap Ratih.
Salah satu siswa, Aisyah, menyampaikan pengalamannya, “Awalnya cukup sulit karena harus fokus mendengarkan dengan saksama, tapi setelah terbiasa, saya merasa kemampuan mencatat informasi dan memahami berita jadi meningkat.”
Harapannya dengan penerapan model Baca-Dengar-Catat, diharapkan siswa MAN Insan Cendekia Paser dapat lebih kritis dan teliti dalam memahami berita. Tidak hanya bermanfaat dalam pembelajaran, metode ini juga memiliki nilai praktis yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di era informasi saat ini.
“Semoga kegiatan ini mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menyimak, menganalisis, dan mencatat informasi, yang tentunya akan berguna dalam berbagai aspek kehidupan mereka,” pungkas Ratih. (Rth)