Murid SMP/MTs Ikuti Program Karantina Tahfiz di MAN IC Paser

By. Admin Humas in Madrasah

Card image cap
Paser (Madrasah) - MAN Insan Cendekia Paser melaksanakan Program Karantina Tahfiz terbuka bagi murid jenjang SMP/MTs sebagai bagian dari penguatan literasi Al-Qur’an dan pembinaan karakter. Kegiatan ini diikuti 15 murid yang berasal dari MTs Negeri 1 Paser, MTs Negeri 1 Balikpapan, dan MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara, serta dipusatkan di lingkungan madrasah.

Kepala MAN IC Paser, Muhammad Nur, menyampaikan bahwa program karantina tahfiz menjadi salah satu  progres dari MAN Insan Cendekia sebagai magnet school. Proses ini dirancang untuk membangun kebiasaan Qurani yang kuat melalui pembinaan intensif dan terukur sejak dini sehingga penting untuk memberikan manfaat ke berbagai pihak. "Kami tidak hanya menekankan pada proses mengejar target hafalan. Namun juga pada kualitas bacaan, kedisiplinan, dan adab. Kami berharap murid pulang membawa kebiasaan baik yang bisa dilanjutkan di madrasah asal,” ujarnya.

Program dilaksanakan dengan pola pendampingan intensif. Pembina memantau capaian harian agar perkembangan hafalan tetap terukur dan sesuai kemampuan masing-masing murid.

Kegiatan harian disusun dengan ritme disiplin. Murid mengikuti rangkaian ibadah berjamaah, sesi hafalan, evaluasi bacaan, dan penguatan motivasi ruhiyah serta pembelahan yang menyenangkan. Pola ini dilakukan agar tidak jenuh dan diberikan juga tips untuk melatih fokus, konsistensi murojaah, serta tanggung jawab pribadi selama program berlangsung.

Salah satu murid, Kamil menyampaikan bahwa ia sempat membutuhkan penyesuaian di awal kegiatan, namun kini sudah mulai menikmati ritme pembinaan. “Awalnya saya perlu adaptasi, karena jadwalnya padat dan harus disiplin. Sekarang saya sudah bisa fokus melaksanakannya,” ungkapnya.

Selain peningkatan hafalan, program ini juga menekankan pembentukan karakter. Murid dibina untuk menjaga tata krama, kebersihan, ketertiban waktu, serta membangun sikap saling menghargai dalam kebersamaan. MAN IC Paser berharap pengalaman karantina ini menjadi bekal bagi murid untuk terus dekat dengan Al-Qur’an dan menerapkan disiplin belajar di madrasah masing-masing. (nan)
Kembali