Paser (Madrasah) - Insan Cendekia Harmony adalah merupakan kegiatan ekstrakurikuler di MAN IC Paser yang dibimbing langsung oleh Ahmad Fahsaufi atau istilah lainnya adalah Tim Orkestra MAN IC Paser. Pada kegiatan tersebut terdiri dari paduan suara, band, biola. Insan Cendekia Harmony sudah banyak sekali tampil dalam berbagai macam kegiatan, yang terbaru adalah dalam kegiatan Pembukaan STQ dan Melas Taon, “ujar Ustadzah Dewi Puspitasari, S.Pd”.
Paser Melas Taon adalah salah satu kegiatan adat yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Paser di Kalimantan Timur. Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk syukur atas hasil panen yang telah diperoleh, sekaligus untuk melestarikan budaya lokal yang kaya. Setiap tahun, acara ini menarik perhatian tidak hanya masyarakat setempat tetapi juga pengunjung dari berbagai daerah.
Kegiatan Paser Melas Taon biasanya dimulai dengan upacara syukuran, di mana warga berkumpul untuk berdoa dan mengucapkan terima kasih kepada Tuhan atas hasil pertanian yang melimpah. Acara ini menjadi momen untuk memperkuat ikatan sosial di antara warga, menciptakan suasana penuh kebahagiaan.
Setelah upacara, berbagai pertunjukan seni tradisional ditampilkan. Tari Saman, musik tradisional, dan pertunjukan teater rakyat menjadi sorotan utama, memamerkan kekayaan budaya yang dimiliki Paser. Kegiatan ini tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik generasi muda mengenai pentingnya melestarikan tradisi.
Salah satu daya tarik utama dari Paser Melas Taon adalah pameran kerajinan tangan dan kuliner khas daerah. Masyarakat menampilkan produk lokal seperti anyaman, ukiran, dan makanan tradisional. Pengunjung dapat mencicipi berbagai hidangan, seperti nasi kuning dan kue-kue tradisional, yang menjadi simbol kekayaan kuliner Paser.
Jum’at malam,18 Oktober 2024, dalam rangka Festival Melas Taon yang diadakan oleh Lembaga Adat Paser, Tim Orkestra MAN IC Paser mendapat undangan dalam memeriahkan rangkaian acara tersebut, Tim Orkestra yang dilatih secara langsung oleh seniman paser yaitu Ahmad Fahsaufi dan mendapat apresiasi khusus dari Lembaga Adat Paser, ribuan masyarakat Paser terpukau menyaksikan penampilan Tim Orkestra.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga memiliki makna mendalam bagi masyarakat. Para pemimpin adat dan tokoh masyarakat seringkali mengungkapkan harapan agar tradisi ini dapat terus dilestarikan. Mereka percaya bahwa dengan menjaga adat dan budaya, identitas masyarakat Paser akan tetap kuat di tengah arus modernisasi“ujar Ustadzah Dewi Puspitasari, S.Pd”.
Paser Melas Taon adalah contoh nyata dari kekayaan budaya yang perlu dijaga dan diwariskan. Melalui acara ini, masyarakat Paser tidak hanya merayakan hasil panen, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan identitas mereka. Dengan semangat gotong royong dan saling menghargai, Paser Melas Taon menjadi jembatan antara generasi yang lebih tua dan yang lebih muda, memastikan bahwa tradisi ini akan terus hidup di masa depan“ujar Ustadzah Dewi Puspitasari, S.Pd”.(dwp)