Pare (Madrasah)– Sebanyak 27 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Paser baru saja menyelesaikan Program Bahasa Intensif di Pare, Jawa Timur. Program yang berlangsung selama sebulan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris para siswa, khususnya dalam materi TOEFL, sekaligus mengenalkan mereka pada kehidupan budaya di kota yang dikenal sebagai pusat pelatihan bahasa tersebut.
Selama program, para siswa mengikuti serangkaian kegiatan yang fokus pada keterampilan berbicara, mendengarkan, dan menulis dalam bahasa Inggris. Selain itu, mereka juga berkesempatan untuk meresapi kekayaan budaya lokal yang ada di Pare.
Sebagai penutup program, para siswa melakukan kunjungan ke makam Sunan Ampel, salah satu tokoh Wali Songo yang memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di Indonesia. Kunjungan ini menjadi momen penutup yang mendalam untuk program ILP 2023. Makam tersebut, tempat peristirahatan memberikan siswa kesempatan untuk merenungkan nilai-nilai spiritual dan sejarah. Para siswa mengunjungi makam ini untuk menghormati sejarah dan warisan budaya, serta mengekspresikan rasa syukur atas kesempatan belajar intensif yang mereka dapatkan.
“Program ini memberi kami banyak pengetahuan, baik dalam hal bahasa maupun budaya. Kunjungan ke makam Sunan Ampel juga menambah pemahaman kami tentang pentingnya menghargai sejarah dan warisan budaya,” ujar Difa salah satu peserta ILP MAN IC Paser 2023.
Kehadiran para siswa di Pare dan pengalaman yang mereka dapatkan selama program diharapkan dapat memperkaya wawasan mereka, baik dalam hal keterampilan bahasa maupun pemahaman tentang sejarah dan budaya Indonesia. Setelah menyelesaikan program ini, siswa MAN Insan Cendekia Paser kembali ke Madrasah dengan pengalaman belajar yang tak terlupakan. (Kky)
Selama program, para siswa mengikuti serangkaian kegiatan yang fokus pada keterampilan berbicara, mendengarkan, dan menulis dalam bahasa Inggris. Selain itu, mereka juga berkesempatan untuk meresapi kekayaan budaya lokal yang ada di Pare.
Sebagai penutup program, para siswa melakukan kunjungan ke makam Sunan Ampel, salah satu tokoh Wali Songo yang memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di Indonesia. Kunjungan ini menjadi momen penutup yang mendalam untuk program ILP 2023. Makam tersebut, tempat peristirahatan memberikan siswa kesempatan untuk merenungkan nilai-nilai spiritual dan sejarah. Para siswa mengunjungi makam ini untuk menghormati sejarah dan warisan budaya, serta mengekspresikan rasa syukur atas kesempatan belajar intensif yang mereka dapatkan.
“Program ini memberi kami banyak pengetahuan, baik dalam hal bahasa maupun budaya. Kunjungan ke makam Sunan Ampel juga menambah pemahaman kami tentang pentingnya menghargai sejarah dan warisan budaya,” ujar Difa salah satu peserta ILP MAN IC Paser 2023.
Kehadiran para siswa di Pare dan pengalaman yang mereka dapatkan selama program diharapkan dapat memperkaya wawasan mereka, baik dalam hal keterampilan bahasa maupun pemahaman tentang sejarah dan budaya Indonesia. Setelah menyelesaikan program ini, siswa MAN Insan Cendekia Paser kembali ke Madrasah dengan pengalaman belajar yang tak terlupakan. (Kky)