Pare, Kediri – Sebanyak 54 siswa MAN IC Paser dan 3 guru pendamping mengikuti Program Intensif Belajar Bahasa Inggris. Program ini dikenal dengan nama Intensive Language Program (ILP) bekerjasama dengan lembaga pendidikan kursus HEC 1 Pare, Kediri. Kegiatan dilaksanakan tanggal 7 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris para peserta, sekaligus mempersiapkan mereka untuk meraih skor TOEFL yang lebih tinggi.
Kepala MAN IC Paser, M. Nur, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya fokus pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga mengolaborasikan konsep edukasi dan rekreasi. "Uniknya, program ILP ini mengolaborasikan konsep edukasi dan rekreasi sehingga menarik minat banyak peserta. Ya, seperti belajar sambil berlibur di setiap akhir pekannya. Setelah mengikuti program ILP, peserta akan melanjutkan dalam bentuk kegiatan Peer Tutoring (Tutor Sebaya), sehingga semakin luas manfaat bagi madrasah. Saya yakin program ini merupakan inovasi yang penting untuk disupport semua pihak," ujarnya penuh optimisme.
Selama program, peserta menjalani jadwal yang padat mulai pukul 04.00 hingga 17.00 WIB. Mereka mengikuti beragam kegiatan seperti kelas vocabulary, grammar, listening, reading, speaking, hingga presentation/weekly meeting. Selain itu, aktivitas seperti upacara bendera, kegiatan keagamaan, serta waktu istirahat dan makan siang juga menjadi bagian dari jadwal harian mereka.
Andrea, salah satu peserta, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari program ini. "Kegiatan di pagi hari sangat padat, jadi harus selalu siap dan semangat agar pelajaran bisa terserap dengan baik. Saya berharap bisa menghafal banyak kosakata baru dan memahami grammar serta tenses dengan baik," ungkapnya.
Senada dengan itu, Nepa, peserta lainnya, merasa puas dengan konsep pembelajaran yang diterapkan. "Semuanya terstruktur dengan baik, mulai dari awal kedatangan hingga pembelajaran hari ini. Konsep pembelajarannya asyik, tutornya semangat, dan lingkungannya juga menyenangkan karena banyak teman baru," jelasnya.
Menurut Wahyu, pimpinan lembaga kursus HEC 1, program ini dirancang untuk membentuk peserta menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab. "Alhamdulillah, dengan berjalannya program ini, siswa akan menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab atas tugasnya, baik dari bangun pagi sampai akan tidur lagi. Dengan bertambahnya ilmu, khususnya bahasa Inggris, semoga siswa MAN IC Paser bisa menggunakannya dengan baik dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi," jelasnya.
Tidak hanya peserta dan pendamping, orang tua siswa pun memberikan apresiasi terhadap program ini. Nor Ainah, salah satu orang tua siswa, menyatakan dukungannya terhadap program ILP. "Alhamdulillah, kami sangat mendukung program ini. Dengan metode pembelajaran yang langsung dan interaktif, selain memperkuat kemampuan bahasa Inggris siswa, kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang berbeda. Semoga program ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi siswa dalam berprestasi di bidang bahasa," ungkapnya.
Sebagai bagian dari rangkaian program, para peserta juga dapat menikmati kegiatan rekreasi di akhir pekan, memberikan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Dengan harapan besar, program ILP ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi para siswa dan madrasah.(rry)
Kepala MAN IC Paser, M. Nur, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya fokus pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga mengolaborasikan konsep edukasi dan rekreasi. "Uniknya, program ILP ini mengolaborasikan konsep edukasi dan rekreasi sehingga menarik minat banyak peserta. Ya, seperti belajar sambil berlibur di setiap akhir pekannya. Setelah mengikuti program ILP, peserta akan melanjutkan dalam bentuk kegiatan Peer Tutoring (Tutor Sebaya), sehingga semakin luas manfaat bagi madrasah. Saya yakin program ini merupakan inovasi yang penting untuk disupport semua pihak," ujarnya penuh optimisme.
Selama program, peserta menjalani jadwal yang padat mulai pukul 04.00 hingga 17.00 WIB. Mereka mengikuti beragam kegiatan seperti kelas vocabulary, grammar, listening, reading, speaking, hingga presentation/weekly meeting. Selain itu, aktivitas seperti upacara bendera, kegiatan keagamaan, serta waktu istirahat dan makan siang juga menjadi bagian dari jadwal harian mereka.
Andrea, salah satu peserta, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari program ini. "Kegiatan di pagi hari sangat padat, jadi harus selalu siap dan semangat agar pelajaran bisa terserap dengan baik. Saya berharap bisa menghafal banyak kosakata baru dan memahami grammar serta tenses dengan baik," ungkapnya.
Senada dengan itu, Nepa, peserta lainnya, merasa puas dengan konsep pembelajaran yang diterapkan. "Semuanya terstruktur dengan baik, mulai dari awal kedatangan hingga pembelajaran hari ini. Konsep pembelajarannya asyik, tutornya semangat, dan lingkungannya juga menyenangkan karena banyak teman baru," jelasnya.
Menurut Wahyu, pimpinan lembaga kursus HEC 1, program ini dirancang untuk membentuk peserta menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab. "Alhamdulillah, dengan berjalannya program ini, siswa akan menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab atas tugasnya, baik dari bangun pagi sampai akan tidur lagi. Dengan bertambahnya ilmu, khususnya bahasa Inggris, semoga siswa MAN IC Paser bisa menggunakannya dengan baik dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi," jelasnya.
Tidak hanya peserta dan pendamping, orang tua siswa pun memberikan apresiasi terhadap program ini. Nor Ainah, salah satu orang tua siswa, menyatakan dukungannya terhadap program ILP. "Alhamdulillah, kami sangat mendukung program ini. Dengan metode pembelajaran yang langsung dan interaktif, selain memperkuat kemampuan bahasa Inggris siswa, kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang berbeda. Semoga program ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi siswa dalam berprestasi di bidang bahasa," ungkapnya.
Sebagai bagian dari rangkaian program, para peserta juga dapat menikmati kegiatan rekreasi di akhir pekan, memberikan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Dengan harapan besar, program ILP ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi para siswa dan madrasah.(rry)