Paser, 14 Februari 2025 – Sebanyak 120 peserta didik kelas X angkatan ke-10 MAN Insan Cendekia Paser mengikuti kegiatan Sosialisasi Mata Pelajaran Pilihan dalam rangka pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan sebagai bentuk kolaborasi antara Tim Akademik dan Tim Bimbingan Konseling (BK) madrasah.
Sosialisasi ini bertujuan untuk membekali siswa dengan informasi lengkap terkait mata pelajaran pilihan yang tersedia, serta membantu mereka menentukan peminatan akademik berdasarkan minat, bakat, hasil belajar, dan hasil psikotes yang telah dilakukan selama di kelas X.
Dalam penyampaian materinya, Ustadzah Rani Nur Arifah Agus Fajrina, M.Pd., selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, menjelaskan bahwa terdapat 10 mata pelajaran pilihan yang difasilitasi oleh MAN IC Paser, yaitu:
- Fisika
- Kimia
- Biologi
- Ekonomi
- Sosiologi
- Geografi
- Matematika Tingkat Lanjut
- Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut
- Bahasa Inggris Tingkat Lanjut
- Informatika
“Kesepuluh mata pelajaran pilihan tersebut akan diampu oleh 21 tenaga pengajar profesional di bidangnya. Pemilihan ini bukan hanya soal preferensi, tapi juga mencerminkan kesiapan intelektual siswa untuk mendalami bidang ilmu tertentu,” ungkap Ustadzah Rani.
Pemilihan mata pelajaran pilihan ini merupakan proses strategis yang mempertimbangkan data objektif dan pendekatan personal, termasuk hasil psikotes, nilai akademik, serta pendampingan dari guru BK, wali kelas, wali asuh, dan orang tua siswa. Diharapkan, proses ini membantu peserta didik mengambil keputusan yang bijak dan matang dalam menentukan arah studinya di jenjang berikutnya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif, di mana peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan berkonsultasi langsung terkait pilihan yang sesuai dengan potensi dan cita-cita mereka.
Dengan kegiatan ini, MAN Insan Cendekia Paser menunjukkan komitmennya dalam menerapkan Kurikulum Merdeka secara optimal, dengan tetap mengutamakan kebutuhan dan perkembangan individu siswa. Diharapkan, sosialisasi ini menjadi pondasi penting dalam mewujudkan generasi yang mandiri, kompeten, dan siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan. (ran)