Samarinda (Madrasah) — Upaya MAN Insan Cendekia Paser membangun budaya kerja yang bersih dan melayani kembali mendapat dorongan baru. Pada 21 Oktober 2025 lalu, dua perwakilan Tim Zona Integritas (ZI) MAN IC Paser, Nur Khairunnisah dan Mir’atul Hayat, ikut ambil bagian dalam kegiatan Coaching Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI) yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Timur di Aula Kerukunan, Samarinda.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah materi penting, mulai dari gambaran umum pembangunan ZI di Kementerian Agama, pendalaman enam area perubahan, hingga teknis pengisian SPAK dan SPKP pada aplikasi PMPZI versi terbaru. Suasana pembinaan berjalan interaktif, dengan banyak contoh kasus yang memudahkan peserta memahami standar ZI yang harus dipenuhi.
Bagi Nur Khairunnisah, kegiatan ini terasa seperti “charger” energi.
“Rasanya seperti dapat peta baru,” ujarnya sambil tersenyum. “Ternyata membangun ZI itu bukan hanya upload dokumen, tapi soal membentuk budaya kerja yang benar-benar berintegritas. Saya jadi makin semangat untuk menggerakkan tim di madrasah.”
Sementara itu, Mir’at menilai coaching ini memberi gambaran teknis yang sangat dibutuhkan untuk memetakan langkah berikutnya.
“Penjelasan tentang enam area perubahan itu sangat membuka mata. Jadi lebih yakin dalam menyusun strategi ZI ke depan,” katanya. “Apalagi pembahasan SPAK–SPKP versi 3.0 cukup detail. Ini sangat membantu kami saat kembali ke madrasah nanti.”
Keikutsertaan MAN IC Paser dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen madrasah untuk terus memperkuat tata kelola yang transparan, akuntabel, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Dengan modal pengetahuan baru yang dibawa kedua perwakilannya, MAN IC Paser berharap langkah pembangunan Zona Integritas di lingkungan madrasah semakin terarah dan berdampak nyata.(nan)
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah materi penting, mulai dari gambaran umum pembangunan ZI di Kementerian Agama, pendalaman enam area perubahan, hingga teknis pengisian SPAK dan SPKP pada aplikasi PMPZI versi terbaru. Suasana pembinaan berjalan interaktif, dengan banyak contoh kasus yang memudahkan peserta memahami standar ZI yang harus dipenuhi.
Bagi Nur Khairunnisah, kegiatan ini terasa seperti “charger” energi.
“Rasanya seperti dapat peta baru,” ujarnya sambil tersenyum. “Ternyata membangun ZI itu bukan hanya upload dokumen, tapi soal membentuk budaya kerja yang benar-benar berintegritas. Saya jadi makin semangat untuk menggerakkan tim di madrasah.”
Sementara itu, Mir’at menilai coaching ini memberi gambaran teknis yang sangat dibutuhkan untuk memetakan langkah berikutnya.
“Penjelasan tentang enam area perubahan itu sangat membuka mata. Jadi lebih yakin dalam menyusun strategi ZI ke depan,” katanya. “Apalagi pembahasan SPAK–SPKP versi 3.0 cukup detail. Ini sangat membantu kami saat kembali ke madrasah nanti.”
Keikutsertaan MAN IC Paser dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen madrasah untuk terus memperkuat tata kelola yang transparan, akuntabel, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Dengan modal pengetahuan baru yang dibawa kedua perwakilannya, MAN IC Paser berharap langkah pembangunan Zona Integritas di lingkungan madrasah semakin terarah dan berdampak nyata.(nan)